AS Evakuasi 79 Staf dan Keluarga dari Kedutaan di Israel, Warga Sipil Ramai Minta Bantuan Keluar

Ada ribuan warga AS yang dilaporkan mencari cara untuk keluar dari Israel

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 21 Juni 2025, 18:34 WIB
Pemerintah Israel mengonfirmasi sebuah rumah sakit (RS) besar di wilayah selatan mengalami kerusakan berat setelah terkena dampak serangan rudal dari Iran, Kamis (19/6/2025). (AP Photo/Leo Correa)

Liputan6.com, Washington, DC - Amerika Serikat (AS) mengevakuasi 79 staf dan anggota keluarga dari Kedutaan Besar AS di Israel pada Jumat (20/6/2025) seiring memanasnya perang Iran-Israel. Sementara itu, semakin banyak warga sipil AS yang mencari informasi tentang cara meninggalkan Israel dan Iran.

Sebuah memo internal Kementerian Luar Negeri AS menyebutkan bahwa penerbangan militer —yang merupakan penerbangan kedua yang diketahui terjadi dalam minggu ini— berangkat dari Tel Aviv menuju Sofia, Bulgaria, di mana beberapa atau seluruh penumpangnya akan melanjutkan perjalanan dengan penerbangan carteran menuju Washington.

Dokumen yang diperoleh Associated Press itu juga menyebutkan bahwa pada Jumat saja, lebih dari 6.400 warga negara AS di Israel telah mengisi formulir daring untuk menanyakan apakah dan kapan pemerintah AS akan mengatur penerbangan evakuasi. Selain itu, 3.265 orang lainnya—sebagian di antaranya kemungkinan juga telah mengisi formulir tersebut—menghubungi nomor darurat untuk meminta bantuan.

Selain itu, dokumen yang sama memperkirakan bahwa jika pemerintah AS memutuskan untuk menyediakan penerbangan atau kapal evakuasi, antara 300 hingga 500 orang per hari kemungkinan akan membutuhkan bantuan. Hal ini sejalan dengan pernyataan Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, yang mengatakan bahwa opsi tersebut sedang dipertimbangkan.

Berapa Warga AS di Israel?

Petugas tanggap darurat Israel berdiri di antara puing-puing bangunan yang rusak berat, setelah serangan rudal Iran semalam di Bat Yam pada 15 Juni 2025. (GIL COHEN-MAGEN/AFP)

Diperkirakan terdapat sekitar 700.000 warga AS di Israel, banyak di antaranya berkewarganegaraan ganda.

Sebelumnya pada Jumat, sebelum memo tersebut disebarkan, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Tammy Bruce mengatakan kepada para wartawan bahwa lebih dari 25.000 warga AS telah menghubungi pemerintah untuk mendapatkan informasi mengenai cara meninggalkan Israel, Tepi Barat, dan Iran.

Dia mengatakan bahwa orang-orang tersebut mencari "informasi dan dukungan" serta "membutuhkan panduan" untuk pergi.

Di Iran, dokumen tersebut menyebutkan bahwa sejak konflik dimulai, sedikitnya 84 warga negara AS dan pemegang izin tinggal tetap di AS (Green Card) telah menyeberang ke negara tetangga Azerbaijan melalui jalur darat. Selain itu, hingga Jumat, sebanyak 774 orang lainnya telah diizinkan masuk.

"Hampir 200 warga negara AS dan pemegang Green Card sedang menunggu izin untuk melakukan perjalanan darat dari Iran ke negara tetangga Turkmenistan," demikian bunyi dokumen tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya