Teknologi AI dan Masa Depan Pendidikan, Inovasi dari Universitas Pelita Harapan

Universitas Pelita Harapan dan AI meluncurkan Fakultas Kecerdasan Buatan untuk mencetak pemimpin masa depan di bidang teknologi.

oleh Sulung LahitaniDiterbitkan 21 Juni 2025, 11:03 WIB
Mewakili masing-masing daerahnya, mahasiswa di Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang, hampir borong seluruh medali dari beberapa cabang olahraga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut beberapa waktu lalu.

Liputan6.com, Jakarta Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah menjadi elemen tak terpisahkan dari kehidupan modern. Mulai dari rekomendasi konten di TikTok, chatbot seperti ChatGPT, hingga kendaraan otonom, teknologi ini mengubah cara manusia berinteraksi dengan dunia. Perubahan ini juga memicu lonjakan kebutuhan akan talenta AI, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.

Sebuah laporan dari Work Trend Index 2024 oleh Microsoft dan LinkedIn menyebutkan bahwa sebanyak 69% perusahaan di Indonesia tidak akan mempertimbangkan kandidat tanpa keterampilan AI. Lebih mencengangkan lagi, 76% perusahaan bahkan mengutamakan calon pekerja dengan kemampuan AI dibandingkan pengalaman kerja yang panjang. Sementara itu, proyeksi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan bahwa Indonesia akan kekurangan 9 juta talenta digital pada 2035.

Untuk menjawab tantangan ini, Universitas Pelita Harapan (UPH) meresmikan Fakultas Artificial Intelligence (FAI) pada 5 Maret 2025. Inisiatif ini dirancang untuk mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di era digital, dengan bekal keterampilan AI terkini.

FAI UPH menawarkan pendidikan berbasis praktik dengan pendekatan "Practice-Centered Learning." Mahasiswa akan mempelajari topik mutakhir seperti Machine Learning, Computer Vision, Natural Language Processing, hingga Algoritma Generatif AI. Selain itu, pembelajaran dilakukan dalam bahasa Inggris untuk membekali mahasiswa menghadapi persaingan global.

Fasilitas modern seperti laboratorium AI canggih, layanan Cloud Computing, akses ke digital library, serta sertifikasi internasional melalui platform edX mendukung proses belajar-mengajar di fakultas ini.

AI: Teknologi Masa Depan yang Harus Dikuasai

Menurut Dr. Rizaldi Sistiabudi, Dekan FAI UPH, AI bukan sekadar teknologi, tetapi kunci bagi siapa saja yang ingin memimpin di masa depan.

“AI bukan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk meningkatkan kapasitas manusia,” jelasnya dalam seminar "Exclusive Insight into UPH’s AI Program."

Dr. Rizaldi juga menjelaskan bahwa perkembangan AI dapat dibagi menjadi tiga tahap:

  • Artificial Narrow Intelligence (ANI): AI yang fokus pada tugas spesifik.
  • Artificial General Intelligence (AGI): AI yang mampu mengambil keputusan bersama manusia.
  • Artificial Super Intelligence (ASI): AI dengan kemampuan merevolusi dunia kerja secara mendasar.

 

Keunggulan Fakultas Artificial Intelligence UPH

FAI UPH menawarkan berbagai keunggulan, di antaranya:

  • Jaminan Karier Global: Berkat kemitraan dengan perusahaan teknologi besar seperti MetaCarbon dan berbagai entitas di bawah Lippo Group, lulusan memiliki peluang karier luas di sektor strategis.
  • Pembelajaran Berbasis Magang: Kurikulum terintegrasi dengan pengalaman magang langsung di dunia industri.
  • Bantuan Pendidikan: Program ini memungkinkan mahasiswa berbakat mengakses pendidikan berkualitas tanpa terkendala finansial.

Kemitraan Strategis yang Mendukung Masa Depan Mahasiswa

UPH bekerja sama dengan berbagai mitra strategis, seperti Zhejiang University di China, MetaCarbon, serta perusahaan dalam grup Lippo, untuk memberikan mahasiswa pengalaman langsung melalui proyek riset dan magang.

Lulusan FAI UPH diproyeksikan menempati posisi strategis seperti AI Engineer, Machine Learning Engineer, atau AI Analyst. Dengan bekal pendidikan yang kuat, mereka mampu berkontribusi di berbagai sektor seperti finansial, kesehatan, dan teknologi global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya