Liputan6.com, Sumbawa - Sebagai wilayah yang kental dengan budaya, tradisi, dan kreativitas tinggi, masyarakat di Pulau Sumbawa memiliki sarung tenun khas bernama kre' sesek. Sarung tenun ini merupakan buatan tangan masyarakat Tau Samawa yang tinggal di beberapa desa di Sumbawa, seperti Desa Moyo, Desa Lengas, dan Desa Poto.
Mengutip dari laman Indonesia Kaya, sarung tenun kre' sesek dibuat secara manual menggunakan tangan dengan memanfaatkan berbagai jenis benang. Penggunaan sarungnya lebih banyak dikenakan sebagai aksesori di kepala saat upacara adat Sumbawa.
Advertisement
Untuk membuat sehelai sarung tenun, biasanya dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Selain menjadi pembuat tenun, masyarakat setempat juga bermata pencarian sebagai petani.
Hal ini membuat proses produksi sarung tenun sedikit tertunda. Meski demikian, para perajinnya tetap memperhatikan setiap detail dari kain yang dihasilkan.
Sarung tenun kre' sesek memiliki motif khas berupa aneka jenis binatang dan tanaman. Salah satu motif binatang yang sering digunakan adalah rusa.
Simak Video Pilihan Ini:
Benang Kembaya
Untuk membuat motif, para perajin biasanya menggunakan benang kembaya, benang yang memang khusus digunakan untuk membuat motif. Sementara itu, alat-alat yang digunakan untuk membuat sarung tenun masih sangat tradisional, di antaranya tolang guren, golang kecil, sisir, dan belida.
Sarung tenun kre’ sesek sebenarnya telah dikenal sejak zaman Kerajaan Sumbawa. Saat itu, salah satu ruangan di Istana Dalam Loka menjadi tempat khusus pembuatan sarung tenun ini.
Saat ini, sarung tenun kre’ sesek telah menjadi salah satu ornamen pakaian adat Sumbawa. Kain khas Sumbawa ini juga banyak diburu wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh.
Penulis: Resla