Danantara Larang Istri Bos BUMN Punya Ajudan: Tidak Efisien!

Wakil Menteri BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyinggung banyak istri direksi BUMN yang ikut campur masalah pekerjaan.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 20 Juni 2025, 14:00 WIB
Banner Infografis 844 BUMN Ikut Gabung ke Danantara. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

 

Liputan6.com, Jakarta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyoroti budaya kerja yang dinilai kurang profesional dan boros anggaran di lingkungan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Salah satu praktik yang dikritik keras adalah kebiasaan para direksi membawa ajudan atau protokol dalam jumlah berlebihan, termasuk bagi istri mereka.

Kondisi ini dianggap tidak sesuai dengan semangat pengabdian dan efisiensi yang seharusnya dipegang oleh pejabat BUMN.

Wakil Menteri BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan kritik ini dalam sebuah diskusi bersama Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi (IKA Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Hutan Kota Plataran GBK, Jakarta Selatan.

"Saya tidak suka orang punya protokol banyak-banyak itu. Bahkan istri juga ada protokolnya. Saya minta ini jangan dilakukan," katanya ditulis, Jumat (20/6/2025).

Dianggap Tidak Wajar

Dony menilai penggunaan protokol yang berlebihan tidak relevan, bahkan ketika dibandingkan dengan standar profesional global.

Menurutnya, para CEO di luar negeri yang memegang jabatan strategis pun tidak membawa ajudan dalam jumlah besar. Ia mencontohkan, tidak ada CEO dunia yang memiliki 8 hingga 10 ajudan seperti yang terjadi pada beberapa direksi BUMN di Indonesia.

“Saya ketemu juga banyak CEO-CEO di dunia tidak ada punya protokol 10, ya ajudannya 8 gitu. Saya bilang kita apalagi pegawai negara. Ini kan pekerjaan aja,” ujar Dony.

 

Pernah Usir Ajudan di Kantor

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Dalam satu kesempatan, Dony mengaku pernah mengusir ajudan-ajudan direksi BUMN yang berkerumun di kantor Danantara. Kala itu, menurutnya, situasi di kantor menjadi tidak kondusif karena terlalu banyak orang yang tidak berkepentingan.

“Saya bilang, ini kenapa orang ramai sekali di lantai. Saya usir, saya nggak mau lagi lihat ada orang (banyak), memangnya mau diculik, siapa yang mau culik mereka juga ya kan?” ungkapnya.

 

Istri Direksi Jangan Terlibat Urusan Kantor

Danantara Indonesia (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Lebih lanjut, Dony juga menegaskan bahwa istri pejabat BUMN tidak seharusnya terlibat dalam urusan kantor, apalagi sampai memiliki ajudan pribadi. Ia menilai hal ini sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang dan sumber daya.

“Saya nggak mau itu istri nentuin gorden, istri nentuin penyanyi, istri nentuin acara. Ini kan kantor, bukan warisan orang tua,” tegas Dony.

Meski demikian, ia mengapresiasi perubahan positif yang mulai terlihat. Saat ini, beberapa direksi BUMN sudah mulai datang ke kantor tanpa pengawalan berlebihan, menunjukkan langkah awal menuju profesionalisme dan efisiensi yang diharapkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya