Liputan6.com, Jakarta - Ada berbagai cara untuk memperpanjang usia simpan bumbu, dan di antara dua metode populernya adalah mengeringkan atau membekukannya. Keduanya memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing. Lantas, mana yang lebih tahan lama dan cocok untuk kebutuhan Anda?
Untuk menjawab pertanyaan itu, Anda perlu memahami perbedaan antara bumbu beku dan bumbu kering dari berbagai aspek, mulai dari proses produksi, daya simpan, intensitas rasa, hingga pengaruhnya terhadap tekstur masakan. Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat memilih jenis bumbu yang paling sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda.
Advertisement
Melansir Almanac, Jumat (20/6/2025), beberapa rempah merespons paling baik terhadap pembekuan, sementara yang lain justru lebih cocok untuk pengeringan. Selain itu, ada pula beberapa rempah yang dapat dibekukan, sekaligus dikeringkan.
Pembekuan mengawetkan minyak esensial, dan minyak inilah yang memberi rasa pada rempah. Membekukan rempah mudah dilakukan. Tidak perlu merebusnya, cukup cuci, pisahkan daun dari batangnya, dan biarkan mengering di atas nampan datar untuk membuat bumbu beku.
Bumbu Beku
Anda kemudian dapat memasukkan beberapa daun rempah ini ke dalam kantong dan membekukannya. Anda akan mendapat segerombolan herba yang dapat dipotong-potong dan ditambahkan ke saus, sup, dan berbagai masakan lainnya, rangkum Gardeners.
Selain itu, Anda dapat membekukan daun satu per satu terlebih dahulu di atas nampan datar, seperti loyang kue, lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik. Saat membuka kantong nanti, Anda dapat mengambil sebanyak mungkin daun yang Anda suka.
Metode lainnya adalah mencampur rempah dengan minyak untuk membuat pasta, yang kemudian dapat dibekukan dalam wadah plastik, kantong, atau baki es batu. Anda dapat membekukan hanya satu jenis rempah, seperti kemangi, atau membuat campuran yang dibutuhkan.
Rempah untuk cocok untuk proses pembekuan adalah:
- Kemangi. Mempertahankan rasa, tapi mengubah warna.
- Chervil.
- Ketumbar.
- Daun kucai.
- Lemon balm.
- Lemon verbena.
- Mint.
- Oregano.
- Peterseli.
- Rosemary.
Bumbu Kering
Di sisi lain, beberapa rempah, seperti oregano, sage, dan timi, dapat dikeringkan dengan dijemur. Cukup gantung beberapa ikat kecil di ruangan berventilasi baik, jauh dari cahaya. Saat daun mengering, cabut dari tangkainya dan simpan dalam stoples kedap udara.
Sementara itu, untuk mengeringkan teh dan rempah obat, Anda bisa memisahkan daun atau kelompok bunga dari tangkainya, menyebarkannya dalam satu lapis tebal pada selembar kain katun tipis, dan menempelkan keempat sudutnya ke papan di langit-langit loteng, atau tempat yang panas, kering, dan gelap.
Setelahnya, Anda bisa menyimpan bahan kering itu ke dalam stoples kaca di tempat yang kering dan gelap. Beberapa rempah yang bisa dikeringkan adalah:
- Kemangi
- Adas
- Mint
- Oregano
- Peterseli
- Rosemary
- Sage
Kandungan air yang relatif tinggi pada bumbu kering membuat umur simpannya lebih pendek. Perlu dipahami bahwa ada kemungkinan pertumbuhan mikroba pada bumbu kering. Umur simpan yang direkomendasikan untuk produk tersebut adalah 18 bulan atau lebih, sedangkan untuk rempah beku adalah 24 bulan atau lebih.
Tekstur dan Pengaruh pada Masakan
Meski kedua proses tersebut berusaha mempertahankan rasa sepenuhnya, rempah yang dibekukan memiliki lebih banyak rasa daripada yang dikeringkan. Tapi, rempah yang dikeringkan memiliki saturasi warna lebih baik, sedangkan rempah beku cenderung hancur karena teksturnya yang lebih renyah.
Identitas rempah tetap sama setelah setiap proses ini. Namun, tampilan produk-produk ini berbeda secara signifikan. Pembekuan mempertahankan struktur sel karena proses sublimasi, sementara rempah yang dikeringkan memiliki tampilan lebih keriput karena melibatkan suhu tinggi.
Kendati demikian, kedua produk remah tersebut tetap memiliki nilai gizi yang sama dengan produk alami. Bumbu beku cenderung memiliki nilai gizi lebih tinggi daripada yang dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.
Versi yang dikeringkan dengan cara diangin-anginkan kehilangan sejumlah nutrisi karena suhu sangat tinggi yang dialaminya. Karena itu, selain kadar air yang diharapkan, nutrisi yang sensitif terhadap panas juga akan menguap selama pengeringan dengan cara diangin-anginkan.