Hingga Kuartal I 2025, Penjualan dan Sewa Apartemen di Jakarta Lesu

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 19 Juni 2025, 17:05 WIB
Hingga Kuartal I 2025, Penjualan dan Sewa Apartemen di Jakarta Lesu
Penjualan dan penyewaan properti apartemen di Jakarta mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa agen penjualan properti mengamati data penurunan tersebut mulai tahun 2022 silam. Pada tahun 2022 tercatat permintaan hanya berjumlah 1.389 unit, tetapi tahun 2023 penjualan turun menjadi 1.375 unit. Di tahun 2024, penjualan apartemen di Jakarta anjlok yang hanya mencapai 688 unit atau turun sekitar 50% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, hingga kuartal I 2025, penjualan apartemen strata baru 162 unit atau seperempat penjualan sepanjang 2024 lalu yang berjumlah 688 unit. Tingkat hunian apartemen sewa pun mengalami penurunan hingga 56,8 persen pada kuartal I 2025. Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab lesunya penjualan apartemen di Jakarta. Di antaranya tingginya biaya IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan), ongkos perawatan yang mahal, dan juga ketidakpastian ekonomi. Sementara, penurunan okupansi apartemen sewa diduga terjadi karena penundaan keputusan perusahaan karena ketidakpastian ekonomi. Penurunan okupansi apartemen sewa juga imbas kebijakan efisiensi pemerintah khususnya pada apartemen yang mayoritas penyewanya dari sektor pemerintah.
Lanskap beberapa bangunan apartemen di kawasan Jakarta Barat, Kamis (19/6/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Penjualan dan penyewaan properti apartemen di Jakarta mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Beberapa agen penjualan properti mengamati data penurunan tersebut mulai tahun 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pada tahun 2022 tercatat permintaan hanya berjumlah 1.389 unit, tetapi tahun 2023 penjualan turun menjadi 1.375 unit. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Penjualan apartemen di Jakarta anjlok pada tahun 2024 yang hanya mencapai 688 unit atau turun sekitar 50% dari tahun sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sementara, pada kuartal I 2025, penjualan apartemen strata baru 162 unit atau seperempat penjualan sepanjang 2024 lalu yang berjumlah 688 unit. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Tingkat hunian apartemen sewa pun mengalami penurunan hingga 56,8 persen pada kuartal I 2025. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab lesunya penjualan apartemen di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Faktor yang memengaruhi lesunya penjualan apartemen di Jakarta di antaranya tingginya biaya IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan), ongkos perawatan yang mahal, dan juga ketidakpastian ekonomi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sementara, penurunan okupansi apartemen sewa diduga terjadi karena penundaan keputusan perusahaan karena ketidakpastian ekonomi. Penurunan okupansi apartemen sewa juga imbas kebijakan efisiensi pemerintah khususnya pada apartemen yang mayoritas penyewanya dari sektor pemerintah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya