Deretan Pasar Tradisional di Sumbar yang Tak Lekang oleh Waktu

Di tengah arus modernisasi, keberadaan pasar-pasar tradisional masih bertahan dan berjalan seiring dengan perkembangan zaman.

oleh Novia HarlinaDiterbitkan 24 Juni 2025, 07:00 WIB
Pasar Aur Kuning Bukittinggi. (Liputan6.com/ ist)

Liputan6.com, Padang - Di Sumatera Barat, belanja bukan sekadar urusan jual beli. Di balik riuh rendah suara pedagang, pasar tradisional menyimpan cerita panjang tentang budaya, kebersamaan, dan kehidupan sehari-hari orang Minang.

Meski zaman terus berganti, pasar-pasar ini tetap hidup dan jadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai penjuru.

Beberapa di antaranya bahkan sudah dikenal luas, bukan hanya sebagai tempat mencari kebutuhan pokok, tapi juga sebagai destinasi yang menyuguhkan suasana khas yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern.

Berikut lima pasar tradisional yang tersohor di Sumbar dan tetap jadi favorit hingga kini:

1. Pasar Raya Padang

Sebagai pasar terbesar di Kota Padang, Pasar Raya punya sejarah panjang sejak zaman kolonial. Dulunya disebut Padangsche Markt, tempat ini menjadi pusat perdagangan dan pertemuan budaya.

Kini, Pasar Raya Padang tetap ramai dengan berbagai aktivitas jual beli mulai dari bahan pokok, busana, hingga jajanan khas Minang.

2. Pasar Aur Kuning Bukittinggi

Terletak dekat ikon kota Jam Gadang, Pasar Aur Kuning dikenal sebagai surganya belanja pakaian grosir di Sumbar. Tak hanya pedagang lokal, banyak perantau dari luar provinsi yang sengaja datang ke sini untuk kulakan.

Selain pakaian, pasar ini juga menawarkan oleh-oleh khas dan suasana kota tua yang unik. Pasar ini juga disebut-sebut merupakan pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara.

 

3. Pasar Ibuh Payakumbuh

Pasar Ibuh Payakumbuh. (Ist)

Pasar Ibuh adalah kebanggaan warga Payakumbuh. Bersih, tertata, dan telah bersertifikat SNI, pasar ini merupakan contoh sukses pasar rakyat yang beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Di sinilah pusatnya hasil bumi segar, ikan, dan produk lokal yang dibeli langsung dari petani dan nelayan setempat.

4. Pasar Serikat Baso Agam

Pasar ini unik karena hanya buka pada hari-hari tertentu, sesuai dengan sistem pasar nagari. Di sinilah kearifan lokal dan budaya dagang tradisional masih dijaga.

Suasananya hangat dan akrab mirip dengan balai tempat warga berkumpul sambil berdagang. Barang yang dijual pun khas, mulai dari kerajinan hingga hasil pertanian nagari sekitar.

5. Pasar Sumani Solok

Berlokasi di sekitar Danau Singkarak, Pasar Sumani adalah tempat utama warga sekitar untuk berbelanja setiap hari Minggu. Selain sayuran dan sembako, pasar ini terkenal dengan ikan bilih dan jajanan tradisional seperti katupek pitalah. Suasananya meriah dan penuh canda, menjadi ruang sosial yang hidup bagi warga setempat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya