Pemimpin Tertinggi Iran Ultimatum Israel: Perang Baru Dimulai

Unggahan Ayatollah Khamenei muncul setelah meningkatnya ancaman dari Presiden AS Donald Trump, yang beberapa jam sebelumnya menyerukan "penyerahan tanpa syarat" Iran.

oleh Tanti YulianingsihDiterbitkan 18 Juni 2025, 19:40 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Iran Press TV via AP)

Liputan6.com, Teheran - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangkaian posting pada Rabu (18/6/2025) pagi mengeluarkan ultimatum kepada Israel, memperingatkan "rezim Zionis teroris" dan mengatakan "pertempuran/perang dimulai" di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel.

Mengutip timesofindia, unggahan Ayatollah Khamenei muncul setelah meningkatnya ancaman dari Presiden AS Donald Trump, yang beberapa jam sebelumnya menyerukan "penyerahan tanpa syarat" Iran.

BACA JUGA: Putra Mendiang Khamenei Resmi Kuasai Iran | Ledakan Dahsyat Hantam Ibu Kota Iran

Beberapa saat kemudian, pemimpin tertinggi Iran itu memposting di X: "Kita harus memberikan tanggapan yang kuat kepada rezim Zionis teroris. Kita tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada Zionis."

Pernyataan itu muncul tak lama setelah Iran meluncurkan dua putaran rudal balistik ke Israel Rabu (18/6) pagi.

Postingan Khamenei sepertinya membingkai serangan itu sebagai bagian dari perjuangan ideologis yang lebih luas. Dalam bahasa Persia, ia memposting "pertempuran dimulai", di samping gambar seorang pria dengan pedang memasuki gerbang kastil, mengacu pada pertempuran bersejarah Khaybar, menurut Times of Israel.

Iran: Serangan Israel Deklarasi Perang

Ilustrasi Iran (Atta Kenare / AFP PHOTO)

Sebelumnya, Iran menyebut gelombang serangan Israel pada hari Jumat (13/6) sebagai declaration of war (deklarasi perang), setelah militer Israel menyerang sekitar 100 target termasuk fasilitas nuklir dan menewaskan sejumlah tokoh senior, di antaranya kepala angkatan bersenjata dan ilmuwan nuklir papan atas.

Laporan AFP yang dikutip Sabtu (14/6/2025) menyebut pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan Israel bahwa mereka menghadapi nasib yang "pahit dan menyakitkan" atas serangan tersebut, sementara militer Iran mengatakan "tidak ada batasan" untuk tanggapannya.

Dalam sebuah surat kepada PBB, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggambarkan serangan Israel sebagai "deklarasi perang," dan "menyerukan Dewan Keamanan untuk segera menangani masalah ini," kata kementerian tersebut.

Militer Israel mengatakan Iran meluncurkan sekitar 100 drone (pesawat tanpa awak), dengan pertahanan udara mencegatnya di luar wilayah Israel, sementara negara tetangga Yordania mengatakan telah mencegat pesawat tanpa awak dan rudal yang melanggar wilayah udaranya.

Infografis Ketegangan Perang Iran vs Israel. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya