Kenapa Kuku Kaki Cristiano Ronaldo Berwarna Hitam?

Cristiano Ronaldo kembali mencuri perhatian publik, bukan karena gol spektakuler atau selebrasi ikonik, melainkan karena detail kecil yang tak biasa: kuku kakinya yang dicat hitam.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 18 Juni 2025, 10:32 WIB
Momen kapten Portugal Cristiano Ronaldo mengangkat trofi UEFA Nations League 2024/2025. (John MACDOUGALL / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Cristiano Ronaldo kembali mencuri perhatian publik, bukan karena gol spektakuler atau selebrasi ikonik, melainkan karena detail kecil yang tak biasa: kuku kakinya yang dicat hitam.

Dalam unggahan Instagram yang menampilkan dirinya dan sang putra, Cristiano Ronaldo Jr, sedang berpose di gym usai latihan intens, netizen justru menyoroti warna kuku kaki sang mega bintang.

Unggahan tersebut, yang disukai lebih dari 17 juta pengguna, menampilkan Ronaldo dalam kondisi tanpa alas kaki. Mantan rekan setimnya di Manchester United, Patrice Evra, ikut berkomentar dengan nada kagum melihat tinggi badan Cristiano Jr yang semakin mendekati sang ayah.

Namun komentar yang paling ramai datang dari para penggemar yang penasaran dengan kuku kaki Ronaldo yang tampak menghitam.

Banyak yang mengira itu hanya bagian dari tren fashion atau gaya eksentrik yang biasa diadopsi musisi rock atau penggemar budaya emo. Namun faktanya, alasan di balik kuku hitam Ronaldo jauh dari sekadar gaya hidup—dan justru berkaitan erat dengan kesehatan.


Bukan Tren, Tapi Perlindungan

Meski mengalami cedera dalam pertandingan final melawan Spanyol, Cristiano Ronaldo sukses membawa tim nasional Portugal meraih kemenangan di UEFA Nations League 2025. (Alexandra BEIER/AFP)

Menurut laporan media Jerman BILD, Ronaldo menggunakan cat kuku berwarna hitam sebagai bentuk perlindungan terhadap infeksi jamur dan bakteri. Sebagai atlet yang hampir setiap hari mengenakan sepatu olahraga yang tertutup dan lembap, risiko infeksi pada kuku cukup tinggi.

Cat kuku tersebut berfungsi menciptakan lapisan pelindung yang memperkuat kuku dan mencegah keretakan. Ini bukan praktik baru di kalangan atlet.

Petinju legendaris Mike Tyson disebut-sebut pernah melakukan hal serupa di puncak kariernya, sementara mantan juara UFC Israel Adesanya juga dikenal sebagai pengguna cat kuku hitam.


Rahasia Panjang Umur Karier Ronaldo

Timnas Portugal berhasil keluar sebagai juara UEFA Nations League 2025 setelah menaklukkan Timnas Spanyol lewat drama adu penalti di Allianz Stadium, Senin (09/06/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Matthias Schrader)

Ronaldo dikenal sangat disiplin dalam menjaga kebugarannya. Di usia 40 tahun, ia masih tampil kompetitif di level tertinggi, dan gaya hidup sehat adalah salah satu faktor utama di balik keberhasilannya mempertahankan performa selama lebih dari dua dekade.

Menu makanannya didominasi oleh makanan tinggi protein dan minim gula. Salah satu hidangan favoritnya adalah Bacalhau à Brás, sajian khas Portugal yang terdiri dari ikan cod asin, bawang, kentang, dan telur.

Tak hanya itu, Ronaldo juga rutin menjalani terapi cryotherapy untuk mempercepat pemulihan otot. Ia bahkan bekerja sama dengan pelatih tidur profesional Nick Littlehales saat masih berseragam Real Madrid.

Ronaldo disebut memilih metode tidur singkat sebanyak lima kali sehari selama 90 menit, yang dipercaya lebih efektif daripada tidur delapan jam penuh di malam hari.


Dedikasi Sejati Seorang Atlet

Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo, mengangkat trofi saat menjuarai UEFA Nations League 2025 setelah menaklukkan Timnas Spanyol lewat drama adu penalti di Allianz Stadium, Senin (09/06/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Martin Meissner)

Bagi Ronaldo, menjaga tubuh adalah bagian tak terpisahkan dari profesinya sebagai pesepak bola. Dari pilihan makanan, pola tidur, hingga perawatan kuku kaki, semuanya dilakukan dengan tujuan menjaga performa dan mencegah cedera.

Cat kuku hitam yang mungkin terlihat aneh bagi sebagian orang ternyata justru mencerminkan dedikasi luar biasa seorang atlet terhadap detail kecil yang sering diabaikan.

Dan seperti biasa, Cristiano Ronaldo kembali membuktikan bahwa menjadi hebat bukan hanya soal bakat, tapi juga tentang disiplin dan perhatian terhadap hal-hal terkecil.

Sumber: BILD

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya