Wamentan Pamer Cadangan Beras Terbesar Sepanjang Sejarah

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengungkapkan sejumlah capaian positif Bulog selama dia menjabat Ketua Dewas sejak awal Februari 2025. Misalnya, cadangan beras pemerintah (CBP) yang bisa mencapai 4 juta ton.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 17 Juni 2025, 16:30 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.

Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono memastikan akan melepas jabatan Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog usai didapuk jadi Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero). Dia mengungkapkan peningkatan kinerja positif yang dicatatkan Bulog.

Dia mengisahkan kala itu ditunjuk sebagai Ketua Dewas Perum Bulog untuk mendorong kinerja BUMN tersebut.

"Kemarin, saya ditugaskan di Bulog, dengan tujuan kan untuk mem-push kinerja Bulog," kata Sudaryono, ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Dia mengungkapkan sejumlah capaian positif Bulog selama dia menjabat Ketua Dewas sejak awal Februari 2025. Misalnya, cadangan beras pemerintah (CBP) yang bisa mencapai 4 juta ton.

Berikutnya, jumlah penyerapan gabah kering panen (GKP) yang mencapai 2,5 juta ton setara beras pada periode musim panen pertama. Kedua angka itu menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

"Ini terbesar sepanjang sejarah, yang diserap (tertinggi) sepanjang sejarah, yang disimpan juga terbesar sepanjang sejarah," tegas dia.

Wamentan Jadi Komisaris Utama PIHC

Diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono resmi menjadi Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero). Lantas, bagaimana dengan posisi Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog yang ditinggalkannya?

Wamentan Sudaryono telah mengonfirmasi penunjukkannya sebagai Komut Pupuk Indonesia. Menurutnya, hal itu sebagai penugasan dari negara.

"Sudah, sudah (terima Surat Keputusan). Ya itu kan penugasan ya," kata Wamentan Sudaryono saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (17/6/2025).

 

Pengganti Ketua Dewas Bulog

Petugas mendata ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Rabu (29/12/2021). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menjamin tahun ini stok beras aman dan tidak ada impor untuk kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Dia memastikan melepas posisi Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog. Soal penggantinya, Sudaryono belum berbicara banyak. Hanya saja, dia memastikan akan ada pengganti di posisi tersebut.

"Nanti diganti, nanti diganti, nanti diganti. Bocorannya adalah warga negara Indonesia," singkatnya.

Sebagai informasi, Sudaryono belum lama ini ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog. Dia menggantikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dari posisi tersebut pada Februari 2025 lalu.

 

Bereskan Masalah Pupuk

Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat beras impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/12/2022). Perum Bulog mendatangkan 5.000 ton beras impor asal Vietnam guna menambah cadangan beras pemerintah (CBP) yang akan digunakan untuk operasi pasar. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengungkapkan misinya usai didapuk menjadi Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero). Utamanya adalah membereskan masalah terkait pupuk.

Dia menjelaskan, sejauh ini tak ada masalah berarti di sektor pupuk. Namun, menurutnya, ada beberapa hal yang memang masih memerlukan perhatian.

"Walaupun so far, sejauh ini pupuk juga hampir dipastikan tidak banyak kendala, tapi masih ada 1-2 yang memang harus kita bereskan," tegas Wamentan Sudaryono, ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya