Demo No Kings Guncang AS di Hari Ulang Tahun Trump

Ada cerita apa di balik demo "No Kings" ini? Berikut selengkapnya!

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 16 Juni 2025, 16:58 WIB
Sekelompok orang membentuk spanduk manusia di Pantai Ocean, San Francisco, Amerika Serikat, dalam unjuk rasa "No Kings" pada Sabtu, (14/6/2025). (Dok. Santiago Mejia/San Francisco Chronicle via AP)    

Liputan6.com, Washington, DC - Demonstran memadati jalan-jalan, taman-taman, dan alun-alun di seluruh Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (14/6/2025) untuk memprotes Presiden Donald Trump. Mereka berbaris melintasi pusat kota maupun kota-kota kecil, meneriakkan slogan-slogan anti-otoritarian yang bercampur dengan seruan untuk melindungi demokrasi dan hak-hak imigran.

Penyelenggara demonstrasi yang diberi nama "No Kings" menyatakan jutaan orang telah turun ke jalan dalam ratusan aksi unjuk rasa. Gubernur di berbagai negara bagian menyerukan ketenangan dan menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap kekerasan, sementara beberapa dari mereka mengerahkan Garda Nasional menjelang berkumpulnya para demonstran.

Konfrontasi terjadi secara terpisah di sejumlah lokasi. Polisi di Los Angeles — tempat protes atas razia imigran pecah pada 6 Juni yang memicu aksi unjuk rasa skala nasional — menggunakan gas air mata dan peluru kendali massa untuk membubarkan demonstran setelah acara resmi berakhir. Di Portland, petugas juga menembakkan gas air mata dan proyektil untuk membubarkan kerumunan yang berdemonstrasi di depan gedung Imigrasi dan Bea Cukai hingga larut malam. Demikian seperti dilansir AP.

Sementara itu, di Salt Lake City, Utah, polisi tengah menyelidiki penembakan saat aksi unjuk rasa di pusat kota yang menyebabkan satu orang tewas.

Kerumunan besar yang riuh berbaris, menari, menabuh drum, dan meneriakkan slogan sambil berjalan berdempetan di New York, Denver, Chicago, Austin, dan Los Angeles. Sebagian dari mereka membawa spanduk bertuliskan "No Kings". Di Atlanta, acara yang dibatasi untuk 5.000 orang segera mencapai kapasitas, dengan ribuan orang lainnya berkumpul di luar pembatas untuk mendengarkan para pembicara di depan Gedung Capitol negara bagian. Menurut laporan Seattle Times, pejabat di Seattle memperkirakan lebih dari 70.000 orang menghadiri aksi unjuk rasa di pusat kota.Mengutip BBC, nama protes "No Kings" sendiri merujuk pada kritik bahwa Trump telah melampaui batas-batas kekuasaan presiden pada masa jabatan keduanya.    

Kata Trump soal Gerakan No Kings

Demonstran yang terlibat dalam aksi protes "No Kings" berhadapan dengan penegak hukum yang menunggang kuda pada Sabtu, (14/6/2025), di Los Angeles, California, Amerika Serikat. (Dok. AP/Ethan Swope)

Trump sendiri berada di Washington untuk menghadiri parade militer memperingati 250 tahun berdirinya Angkatan Darat, yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-79. Sekitar 200 pengunjuk rasa berkumpul di Logan Circle di bagian barat laut Washington dan meneriakkan "Trump must go now" sebelum bersorak. Sebuah karikatur Trump dalam bentuk boneka raksasa — mengenakan mahkota dan duduk di toilet emas — diarak melewati kerumunan.

Di beberapa tempat, penyelenggara membagikan bendera-bendera kecil AS, sementara yang lain mengibarkan bendera mereka secara terbalik, sebuah tanda keadaan darurat. Bendera Meksiko, yang telah menjadi pemandangan tetap dalam protes-protes Los Angeles atas razia imigrasi, juga muncul di beberapa demonstrasi pada Sabtu.

Di Culpepper, Virginia, polisi mengatakan seorang demonstran tertabrak SUV ketika seorang pengemudi berusia 21 tahun dengan sengaja mempercepat kendaraannya ke arah kerumunan saat para pengunjuk rasa sedang meninggalkan lokasi unjuk rasa. Pengemudi itu didakwa atas tuduhan mengemudi sembrono.

Demonstrasi ini terjadi menyusul gelombang protes atas razia terhadap para migran yang dimulai sekitar dua minggu lalu, yang diikuti perintah Trump untuk mengirim Garda Nasional dan marinir ke Los Angeles, di mana para pengunjuk rasa memblokade jalan tol dan membakar mobil.

"Hari ini, dari negara bagian merah hingga biru, dari kota kecil hingga kota besar, rakyat AS berdiri bersama dalam damai dan dengan tegas menyatakan: kami tidak tunduk pada raja," demikian pernyataan koalisi No Kings pada Sabtu sore, setelah sebagian besar aksi berakhir.

Lantas, bagaimana respons Trump terhadap gerakan "No Kings"? Dia mengaku tidak menganggap dirinya sebagai raja.

"Tidak, tidak. Kami bukan raja," kata Trump di Gedung Putih pada Kamis (12/6), seperti dilansir Politico. "Kami sama sekali bukan raja, terima kasih banyak."

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya