Liputan6.com, Teheran - Ketegangan antara Iran dan Israel terus terjadi hingga saat ini. Aksi saling serang antara Teheran dan Tel Aviv dilaporkan oleh berbagai media.
Di sisi lain, keberadaan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei belum diketahui.
Advertisement
Namun, rumor mengatakan bahwa Ayatollah Ali Khamenei dipindahkan ke bunker bawah tanah di Lavizan di timur laut Teheran beberapa jam setelah Israel memulai serangannya di Teheran pada Jumat (13/6/2025) dini hari, demikian pengakuan dari dua sumber informasi di dalam Iran mengatakan kepada Iran International.
Semua anggota keluarga Khamenei termasuk putranya Mojtaba bersamanya, kata sumber tersebut.
Menurut sumber tersebut, selama operasi sebelumnya terhadap Israel, True Promise 1 dan True Promise 2, keluarga Pemimpin Tertinggi juga dibawa ke bunker tersebut, dikutip dari laman Iran International, Senin (16/6).
Saat itu, Mojtaba berada di sisinya, tetapi dua putranya, Masoud dan Mostafa, tidak bersamanya.
Serangan langsung pertama Iran terhadap Israel, Operasi True Promise 1, terjadi pada 13 April 2024, dan melibatkan lebih dari 300 rudal dan drone yang menargetkan instalasi militer. Serangan itu sebagai balasan atas tewasnya dua jenderal Iran di Damaskus.
Operasi True Promise 2 menyusul pada tanggal 1 Oktober 2024, dengan sekitar 200 rudal yang diarahkan ke fasilitas militer Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan para pemimpin militan yang berpihak pada Iran, termasuk mantan kepala Hizbullah Hassan Nasrallah.
Peringatan untuk Khamenei
Pada hari Minggu, Israel menargetkan kota Mashhad, yang terletak 2.300 kilometer dari Negara Yahudi tersebut, untuk pertama kalinya.
Sebuah sumber diplomatik di Timur Tengah mengatakan kepada Iran International bahwa serangan udara Israel di Mashhad merupakan peringatan bagi Pemimpin Tertinggi Iran bahwa ia tidak aman di mana pun di negara tersebut.
Sumber diplomatik tersebut menambahkan bahwa Israel dapat saja melenyapkan Khamenei pada malam pertama operasi tersebut, tetapi pemerintah Israel memilih untuk membiarkannya tetap hidup guna memberinya kesempatan terakhir untuk memutuskan pembongkaran total program pengayaan uranium Republik Islam tersebut.
Trump telah memberi Khamenei tenggat waktu dua bulan untuk menyetujui pembongkaran program pengayaan Iran. Namun, Pemimpin Tertinggi tersebut mengabaikan peringatannya dan Israel.
Dengan dimulainya serangan udara Israel, kesempatan itu telah ditawarkan sekali lagi — kali ini baginya untuk menilai secara realistis kemampuan militer Israel dan memerintahkan pembongkaran program pengayaan, kata sumber tersebut.