Liputan6.com, Bandung - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan, jumlah kurban 2025 menurun dibandingkan tahun lalu, dinilai jadi sinyal kuat penurunan daya beli masyarakat. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), jumlah total pemotongan hewan kurban pda 2024 mencapai 14.704 ekor, terdiri dari 7.571 sapi dan 6.844 domba.
Sementara, jumlah hewan kurban di Kota Bandung tahun ini tercatat sebanyak 13.321 ekor, terdiri dari 7.165 ekor sapi dan 6.156 ekor domba/kambing. Farhan mengklaim, penurunan kurban terutama berasal dari masyarakat kelas menengah dan lansia. “Banyak lansia yang hidup dari pensiunan atau tunjangan sosial menahan membeli kurban. Ini sinyal kuat bahwa daya beli kita sedang menurun. Maka, pengendalian inflasi dan distribusi barang kebutuhan pokok jadi prioritas,” kata Farhan, Kamis (12/6/2025).
Advertisement
Sebelumnya, kata Farhan, dari hasil pemeriksaan postmortem, sebanyak 90 persen hewan yang disembelih dinyatakan sehat dan layak dikonsumsi. “Dari sepertiga titik penyembelihan yang diperiksa, 90 persen daging aman. Yang diafkir hanya hati dan paru, itu pun karena ditemukan cacing dan peradangan,” katanya.
Farhan menyebutkan, seluruh proses pemeriksaan hewan kurban berjalan lancar dan profesional. Ia memberi apresiasi tinggi kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung. Ia menyebut DKPP juga tengah membuka rekrutmen untuk dokter hewan muda karena banyak tenaga senior yang akan pensiun. “Ini jadi kesempatan baik untuk generasi muda yang punya keahlian di bidang kedokteran hewan. Kita butuh banyak SDM baru di sektor ini,” ujarnya.
Selain dari sisi teknis, Farhan juga menggarisbawahi pentingnya edukasi masyarakat soal penanganan hewan kurban dan distribusi daging. Menurutnya, pemahaman yang baik akan meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah kurban di masa depan. “Kita akan terus perbaiki sistem dan edukasi, agar ibadah ini semakin berkualitas dan bermanfaat,” pungkasnya.
2.075 Titik Salat, 13.321 Hewan Kurban
Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan 2.075 lokasi pelaksanaan salat Iduladha 1446 Hijriah yang akan digelar pada Jumat, 6 Juni 2025. Rangkaian ibadah tahunan ini akan dipusatkan di Masjid Agung Al Ukhuwah, Jalan Wastukancana, Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan dijadwalkan melaksanakan salat Iduladha di masjid tersebut bersama Wakil Wali Kota, Erwin dan Sekretaris Daerah, Iskandar Zulkarnain. Usai salat, Wali Kota juga akan menyerahkan hewan kurban berupa satu ekor sapi. Selain itu, Masjid Al Ukhuwah juga akan menjadi lokasi penyembelihan satu ekor sapi kurban bantuan dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Sapi tersebut jenis limousine dengan bobot 1.180 kg dan sudah lulus uji klinis di Balai Klinis Peternakan Lembang.
“Pelaksanaan Salat Iduladha tingkat kota akan terpusat di Masjid Al Ukhuwah. Wali kota dan jajaran akan melaksanakan salat di sana. Kurban dari beliau dan Presiden juga akan disembelih di masjid tersebut,” ujar Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bandung, Momon Ahmad Imron Sutisna, dalam siaran pers, Kamis 5 Juni 2025.
Salat iduladha di Masjid Ukhuwah akan dipimpin oleh Imam KH. Muhammad Rif'at Al Banna M.Ag (Juara MHQ internasional, di Teheran Iran) dan Khatib oleh Prof Dr KH Miftah Faridh.
Berdasarkan data rekapitulasi Bagian Kesra, dari 2.075 lokasi salat Iduladha tersebut, sebanyak 1.616 titik akan dilaksanakan di masjid, dan 459 titik di lapangan. Jumlah ini sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang tercatat mencapai 2.317 titik. Selain itu, jumlah hewan kurban di Kota Bandung tahun ini tercatat sebanyak 13.321 ekor, terdiri dari 7.165 ekor sapi dan 6.156 ekor domba/kambing.
Kecamatan dengan jumlah hewan kurban terbanyak di antaranya Sukajadi dengan 852 ekor, Mandalajati dengan 677 ekor, dan Cibiru dengan 577 ekor. Sedangkan lokasi salat terbanyak berada di Bojongloa Kaler (111 titik), Bandung Kulon (116 titik), dan Sukajadi (114 titik).
Pemkot Bandung juga telah menyiapkan ribuan petugas kebersihan untuk memastikan pelaksanaan salat dan penyembelihan hewan kurban berjalan tertib, bersih, dan nyaman. “Kami mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan selama Iduladha, terutama di area penyembelihan hewan kurban,” tambah Momon.
Selain itu, Pemkot juga akan menugaskan petugas pemeriksa postmortem atau pemeriksaan setelah pemotongan hewan akan mulai bertugas dari Hari Raya Iduladha hingga berakhirnya hari tasyrik. Jumlahnya mencapai sekitar 172 orang.