Membangun Ekosistem Inovasi Berkelanjutan, UGM Gandeng Mitra Strategis

forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri, khususnya di sektor herbal dan kosmetika.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 12 Juni 2025, 19:05 WIB
Membangun Ekosistem Inovasi Berkelanjutan, UGM Gandeng Mitra Strategis (doc: UGM)

Liputan6.com, Jakarta Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat perannya sebagai pusat inovasi dengan menyelenggarakan Forum Penandatanganan MoU & Business Matching bersama PT Martina Berto Tbk dan PT Global Edukasi Talenta Inkubator (GeTI) dari ekosistem ExportHub.id. 

Bertempat di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri, khususnya di sektor herbal dan kosmetika.

Dalam sambutannya, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong dampak nyata inovasi. 

"UGM terus mendorong kolaborasi yang mampu menciptakan dampak nyata di masyarakat. Kolaborasi dengan mitra industri menjadi kunci agar inovasi tidak berhenti di laboratorium, melainkan sampai ke tangan konsumen," tegasnya. Forum ini pun dirancang sebagai jembatan antara kampus dan pelaku industri dalam mempercepat komersialisasi hasil riset.

Salah satu momen penting dari forum ini adalah penandatanganan nota kesepahaman antara UGM dengan PT Martina Berto Tbk dan PT GeTI. Kolaborasi ini mencakup riset bersama, pengembangan produk, hingga potensi produksi massal dan distribusi. Kehadiran para mitra strategis juga menggarisbawahi komitmen untuk menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Sinergi akademisi dan pelaku bisnis

CEO Martha Tilaar Group, Dr. Kilala Tilaar, memberikan pandangannya terkait perlunya sinergi lebih erat antara akademisi dan pelaku bisnis. 

"Tahun 2017 kita sudah membicarakan hal ini, dan kini masih membicarakan hal yang sama. Tapi kali ini saya berjanji akan berbeda, dan dari sini saya akan mengajak bersama-sama membangun negara kita," ujarnya. Ia juga menyoroti potensi kekayaan hayati Indonesia yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ekosistem kampus dan kebutuhan pasar

Amalia S. Prabowo, CEO PT GeTI, menambahkan bahwa ekosistem inovasi kampus harus menjawab kebutuhan pasar secara lebih strategis. Ia menyebutkan, "Ekosistem inovasi kampus harus menjawab problem nyata dunia usaha. Kuncinya bukan hanya pada produk, tetapi pada penguasaan market intelligence, trend forecasting, dan data-driven strategy."

Mini Expo dan sesi On Booth Pitching di acara ini memamerkan berbagai inovasi unggulan dari sivitas akademika UGM, mulai dari suplemen herbal hingga solusi kesehatan berbasis bioteknologi. Produk-produk tersebut menjadi bukti nyata bagaimana riset kampus dapat diterjemahkan menjadi solusi aplikatif untuk masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya