62 Persen Peserta Cek Kesehatan Gratis adalah Perempuan, Menkes Budi: Ayo, Laki-Laki Ikut CKG!

Menkes Budi mengajak laki-laki untuk ikut serta dalam program Cek Kesehatan Gratis.

oleh Benedikta DesideriaDiperbarui 13 Juni 2025, 10:33 WIB
Antusias perempuan Indonesia mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG). Menkes Budi pun mengajak para laki-laki untuk ikut serta dalam mengikuti program ini. (Foto: Dok Kemenkes)

Liputan6.com, Jakarta Empat bulan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berjalan, perempuan tercatat jauh lebih antusias dibandingkan laki-laki.

"Yang menarik lebih banyak perempuan yag melakukan CKG dibanding laki-laki," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers Capaian dan Temuan Cek Kesehatan Gratis pada 12 Juni 2025.

BACA JUGA: Cek Kesehatan Gratis, Semua Umur!

Dari total 8,6 juta peserta CKG hingga 11 Juni 2025, sebanyak 5,3 juta atau sekitar 62,2 persen diantaranya adalah perempuan. Sementara laki-laki hanya berjumlah 3,2 juta atau sekitar 37,7 persen.

Dari data itu artinya 2 dari tiga orang yang dilayani dalam Cek Kesehatan Gratis adalah perempuan.

Melihat data CKG, ini menjadi pengingat baginya sendiri sebagai laki-laki untuk memberi contoh soal pentingnya menjaga kesehatan.

"Ini adalah panggilan buat saya sendiri sebagai laki-laki agar memberikan contoh nih, kita harus hidup lebih sehat," kata Menkes Budi.

Ia juga menyinggung mengenai usia rata-rata hidup perempuan yang di atas laki-laki. Bisa jadi faktornya karena tidak serajin perempuan dalam memeriksakan kesehatan.

"Saya rasa inilah salah satu penyebab , karena kita laki-laki tidak serajin istri atau anak perempuan yang melakukan CKG," katanya.

"Jadi, para laki-laki Indonesia kita harus ikuti rekan-rekan kita yang wanita lakukan CKG," ajak Budi.

Lewat CKG, bisa diketahui kondisi kesehatan. Bila memang ada masalah kesehatan bisa ditindaklanjuti. 

Temuan CKG 4 Bulan Berjalan, Masalah Gigi Paling Banyak

Menkes Budi jalani pemeriksaan gigi saat CKG di Puskesmas Pancoran. (Foto: Dok Kemenkes RI)

Selain mengenai lebih banyak perempuan yang ikut CKG, Budi juga memaparkan soal masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak ditemukan pada peserta CKG.

Pada seluruh peserta CKG usia dewasa yang alami masalah gigi ada 69, 2 persen. Mulai dari gigi berlubang, gigi hilang, gigi goyang dan gusi melorot.

Semakin tinggi usia, masalah pada gigi dan mulut meningkat. Bisa dilihat pada usia 60 tahun ke atas mencapai 85 persen punya masalah gigi dan mulut. Sementara di usia bawahnya 71 persen.

Obesitas Sentral Juga Tinggi

Obesitas Sentral (Foto dok: Freepik/jcomp)

Selain gigi, penyakit hipertensi, diabetes dan obesitas sentral menjadi masalah tertinggi yang ditemukan dalam CKG. Padahal ketiga penyakit tersebut merupakan penyebab penyakit jantung, ginjal dan stroke.

Bila menilik data tahunan, Budi mengatakan lebih dari setengah juta orang Indonesia yang meninggal karena jantung dan stroke."Dan faktor risikonya konsisten di lapangan, yakni hipertensi atau darah tinggi, diabetes dan obesitas," katanya.

Berikut temuan tiga masalah kesehatan tersebut dalam pelaksanaan CKG 4 bulan terakhir:

Obesitas Sentral

1 dari 2 perempuan dan 1 dari 4 laki-laki peserta CKG alami obesitas sentral. Obesitas sentral adalah kondisi lingkar pinggang di atas 90 cm pada laki-laki dan 80 cm pada perempuan.

Hipertensi

20,9 persen peserta CKG memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Diabetes

5,9 persen dari peserta CKG alami diabetes.

Infografis Target dan Sasaran Program Cek Kesehatan Gratis Era Prabowo. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya