Anggota Komisi IX DPR Ingatkan Anggaran Jumbo BGN Tak Jadi Ladang Bancakan

Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi kementerian/lembaga dengan anggaran tertinggi pada 2026, mencapai Rp217,86 triliun. Pagu anggaran lembaga yang menangani program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu menggeser Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang pada 2025 menjadi kementerian dengan anggaran tertinggi.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 12 Juni 2025, 10:58 WIB
Untuk diketahui, menu yang dihadirkan dan diolah di dapur untuk Makan Bergizi Gratis dikelola langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditunjuk Badan Gizi Nasional (BGN). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyoroti anggaran fantastis Badan Gizi Nasional (BGN) yang mencapai Rp217,86 triliun dalam susunan anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L) 2026. Ia mengingatkan BGN yang menangani program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menggunakan anggaran tersebut dengan tepat sasaran. 

Nurhadi tak ingin anggaran yang diterima BGN untuk program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu dialirkan ke program-program yang tak jelas.

Ia pun menyinggung kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook senilai Rp9,9 triliun untuk program digitalisasi pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2019-2022 yang kini tengah ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).  

"Anggaran BGN harus tepat sasaran, agar jangan sampai ada lagi terjadi seperti kasus korupsi pengadaan laptop yang menyentuh di angka Rp10 triliun. Bila ini terjadi berulang, kepercayaan publik terhadap pemerintah akan menurun. Ujungnya, pertumbuhan ekonomi akan stagnan," kata Nurhadi dalam keterangannya, (12/6/2025). 

Nurhadi kembali menekankan bahwa pemerintah harus memanfaatkan anggaran sebaik mungkin di tengah perekonomian global yang sedang bergejolak. Ia mewanti-wanti agar BGN bisa menyerap anggaran tersebut secara transparan dan akuntabel. 

"Kalau terealisasi Rp217 triliun, berarti BGN harus menerapkan sistem yang lebih ketat dan baik," tegas anggota Komisi IX DPR yang bermitra dengan BGN itu. 

 

BGN Jadi Lembaga dengan Anggaran Tertinggi, Geser Kemhan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Dia mengatakan menu makan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan akan disesuaikan agar tak mudah basi dan bisa dimakan saat berbuka puasa. (Liputan6.com/ Lizsa Egeham)

 

Untuk diketahui, Pemerintah sudah mulai menyusun kebutuhan anggaran 98 kementerian dan lembaga (K/L) yang akan melakukan belanja pada tahun depan. Hal itu terungkap dalam dokumen Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026. 

Dalam dokumen itu, terdapat perubahan urutan dalam daftar 10 K/L dengan anggaran terbesar. Adapun posisi teratas dengan anggaran paling jumbo ditempati Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Rp217,86 triliun, menggeser posisi Kementerian Pertahanan dengan anggaran terbesar di tahun 2025 lalu. 

Anggaran BGN tersebut untuk mendukung pelaksanaan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas pada tahun depan.

Sedangkan di posisi kedua K/L dengan anggaran terbesar adalah Kementerian Pertahanan senilai Rp 167,4 triliun. Angka tersebut hanya meningkat tipis dari anggaran pada 2025 (sebelum efisiensi) yang senilai Rp 166,2 triliun.

Sementara posisi ketiga yakni Polri dengan pagu indikatif Rp109,67 triliun atau lebih rendah dari anggaran 2025 yang senilai Rp126,62 triliun. Disusul Kementerian Kesehatan dengan pagu senilai Rp104,35 triliun, juga lebih rendah dari pagu 2025 yang senilai Rp105,7 triliun. Angka-angka tersebut masih dapat berubah.

 

BGN Harus Diawasi Lebih Ketat

Dapur Kebayunan mitra mandiri Badan Gizi Nasional (BGN) mampu memproduksi 16.203 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari. (merdeka.com/Arie Basuki)

Melihat anggaran yang sangat besar itu, Nurhadi menilai perlu dilakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap rencana anggaran oleh BGN. 

“Tentu DPR harus bentuk semacam Tim Pengawasan MBG," ungkap Nurhadi. 

Nurhadi juga berpesan agar anggaran yang besar ini digunakan secara amanah, dan jangan sampai ada pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan.

“Jangan sampai anggaran jumbo BGN ini jadi ladang bancakan oknum-oknum tak bertanggung jawab,” tuturnya

"Karena rencana anggaran yang sangat besar ini sungguh tidak dapat dipungkiri dapat menimbulkan conflict of interest di dalamnya. Jadi penggunaannya betul-betul harus akuntabel dan kredibel,”sambung Nurhadi.

Nurhadi pun meminta BGN untuk menindak mitra dan petugas SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) yang nakal sebelum anggaran tahun 2026 terealisasi. SPPI bekerja dalam program MBG dengan ditempatkan sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia di bawah Badan Gizi Nasional.

"Kepala BGN harus menertibkan bawahan-bawahan yang nakal, sering mempersulit, dan tidak terbuka kepada masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi dalam Program MBG ini," tukas Nurhadi. 

 

Daftar 10 K/L dengan Anggaran Terbesar 2026

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (tengah depan) bersama dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berfoto bersama dengan para menteri Kabinet Merah Putih yang baru saja dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 21 Oktober 2024. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Sebagai informasi, berikut 10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar 2026:

1. Badan Gizi Nasional (BGN): Rp217,86 triliun

2. Kementerian Pertahanan: Rp167,4 triliun

3. Kepolisian RI (Polri): Rp109,67 triliun

4. Kementerian Kesehatan: Rp104,35 triliun

5. Kementerian Sosial: Rp76,04 triliun

6. Kementerian Agama: Rp75,21 triliun

7. Kementerian Pekerjaan Umum: Rp70,85 triliun

8. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek): Rp55,45 triliun

9. Kementerian Keuangan: Rp47,13 triliun

10. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen): Rp33,65 triliun   

Infografis Program Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Telan Anggaran Rp 71 Triliun. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya