Bank Mandiri Taspen Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun

Penerbitan obligasi Bank Mandiri Taspen menjadi strategi efisiensi pendanaan. Dengan cost of fund yang lebih kompetitif, Bank Mandiri Taspen berharap bisa memperluas penetrasi. Simak pasar yang diincar.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 12 Juni 2025, 08:30 WIB
Direktur Capital Markets Mandiri Sekuritas Silva Halim selalu moderator, Direktur Bisnis Bank Mandiri Taspen Maswar Purnama, Direktur Finance, Risk, and Operations Bank Mandiri Taspen Putu Apriyanto dan Kepala Dvisi Treasury Bank Mandiri Taspen, Aldien Haekalan dalam Investor Gathering Bank Mandiri Taspen, di Jakarta, Rabu, (11/6/2025). (Dok Bank Mantap)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) akan menerbitkan obligasi senilai total Rp 3 triliun melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II. Dana hasil penerbitan obligasi akan difokuskan untuk membiayai pertumbuhan kredit pensiunan, sejalan dengan komitmen bank mendukung kesejahteraan dan produktivitas para pensiunan di Indonesia.

Direktur Bisnis Bank Mandiri Taspen, Maswar Purnama, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas layanan keuangan bagi segmen pensiunan.

“Obligasi ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung pengembangan wirausaha pensiunan, serta mewujudkan visi menjadi bank pensiun nomor satu di Indonesia,” ujar Maswar dalam acara Investor Gathering, Rabu (11/6/2025).

Menurutnya, seluruh dana dari penerbitan ini akan digunakan untuk mendanai kredit pensiun yang terus tumbuh. Hingga kini, total penyaluran kredit Bank Mandiri Taspen mencapai Rp 51,6 triliun, meningkat Rp 5,4 triliun secara tahunan (year-on-year). Di 2025, bank menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,6 persen.

 

 

Targetkan 200 Ribu Nasabah Baru

Direktur Finance, Risk, and Operations Bank Mandiri Taspen, Putu Apriyanto, menjelaskan bahwa penerbitan obligasi juga menjadi strategi efisiensi pendanaan. Dengan cost of fund yang lebih kompetitif, bank berharap bisa memperluas penetrasi pasar di sektor pensiunan.

Saat ini, Bank Mandiri Taspen melayani sekitar 565 ribu nasabah pensiunan, namun yang telah memperoleh kredit baru sekitar 300 ribu orang. Artinya, masih ada sekitar 200 ribu nasabah potensial yang bisa dikonversi menjadi penerima kredit, dengan estimasi nilai pembiayaan tambahan mencapai Rp 3 triliun.

 

Penerbitan Obligasi Dimulai Juli 2025

Bank Mandiri Taspen menjadi Agen Penjual Efek Reksa Dana (Aperd) yang akan menawarkan produk reksa dana yang dikelola oleh Mandiri Investasi. (Dok Bank Mandiri Taspen)

Direktur Capital Market Mandiri Sekuritas, Silva Halim, menjelaskan bahwa penerbitan obligasi tahap pertama senilai Rp 1,5 triliun akan dilakukan pada Juli 2025, dan tahap kedua dengan nilai yang sama direncanakan pada April 2026.

Obligasi akan terbagi dua seri:

  • Seri A, tenor 3 tahun, kupon indikatif 6,30%–7,00%
  • Seri B, tenor 5 tahun, kupon indikatif 6,40%–7,10%
  • Periode bookbuilding dijadwalkan pada 11–18 Juni 2025, dengan penawaran umum pada 1 Juli, penjatahan 2 Juli, penyelesaian pembayaran 3 Juli, distribusi 4 Juli, dan pencatatan di BEI pada 7 Juli 2025.

Dalam proses penerbitan ini, Bank Mandiri Taspen menggandeng sejumlah pihak, di antaranya Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas, BNI Sekuritas, dan Mega Capital Sekuritas sebagai penjamin emisi. Adapun BRI ditunjuk sebagai wali amanat, serta Ernst & Young sebagai auditor.

 

Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan

Selain pembiayaan pensiunan, Bank Mandiri Taspen juga memperkuat strategi digital dan diversifikasi produk. Pengembangan aplikasi Movin menjadi salah satu fokus utama dalam mendorong pertumbuhan Fee-Based Income yang bersifat berulang (recurring).

“Selain dari sisi lending, kami juga mendorong transaksi digital nasabah untuk mendukung pendapatan non-bunga. Kami juga mulai memasuki bisnis trading efek yang menjadi sumber fee tambahan,” ujar Putu.

Bank juga memperkuat sinergi dengan induk usaha, yakni Bank Mandiri dan PT Taspen, dalam menjangkau nasabah baru, terutama mereka yang akan memasuki usia pensiun dalam tiga tahun ke depan.

Putu menambahkan, efisiensi tetap menjadi prioritas dengan menyederhanakan proses bisnis serta memanfaatkan infrastruktur operasional milik Bank Mandiri melalui skema cost sharing dan free service.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya