Disaksikan Prabowo, Indonesia-Turki Teken MoU Pengadaan 48 Unit Pesawat Tempur KAAN

Penandatanganan kerja sama pengadaan 48 unit pesawat tempur KAA antara Indonesia dan Turki pada acara Indo Defence Expo di Jiexpo Kemayoran Jakarta, Rabu (11/6/2025) turut disaksikan Presiden Prabowo Subianto.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 11 Juni 2025, 21:36 WIB
Indonesia dan Turki menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama pengadaan 48 unit pesawat tempur generasi kelima KAAN pada acara Indo Defence Expo di Jiexpo Kemayoran Jakarta, Rabu (11/6/2025). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Turki menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama pengadaan 48 unit pesawat tempur generasi kelima KAAN dalam acara Indo Defence Expo di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Penandatanganan ini disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin.

Selain itu, ada Ketua Lembaga Industri Pertahanan Turki Haluk Görgün, Ketua TUSAŞ Ömer Cihad Vardan, Wakil Menteri Pertahanan Nasional Turki Şuay Alpay, serta Direktur Utama TUSAŞ Dr. Mehmet Demiroğlu.

Kontrak kerja sama ditandatangani oleh Dr. Mehmet Demiroğlu selaku CEO dari TUSAŞ - Türk Havacılık ve Uzay Sanayii A.Ş. (Turkish Aerospace) dan sejumlah pihak dari Indonesia yang mewakili sektor pertahanan serta industri nasional.

Total 48 unit pesawat KAAN akan dikirimkan ke Indonesia dalam jangka waktu 120 bulan atau 10 tahun. Pengiriman dimulai sejak penandatanganan kontrak.

Berdasarkan informasi dihimpun, pesawat tempur KAAN yang akan dikirimkan akan dilengkapi dengan mesin varian Indonesia yang dikembangkan bersama industri lokal.

Transfer Teknologi Indonesia dan Turki

Indonesia dan Turki menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama pengadaan 48 unit pesawat tempur generasi kelima KAAN pada acara Indo Defence Expo di Jiexpo Kemayoran Jakarta, Rabu (11/6/2025). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Selain pengadaan, kesepakatan ini juga mencakup transfer teknologi yang mendalam di bidang kedirgantaraan.

Dalam proyek ini, komponen lokal Indonesia akan dimanfaatkan secara signifikan melalui kemitraan strategis antara Turkish Aerospace dengan perusahaan nasional seperti PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT-RAD.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membangun kerja sama dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sektor pertahanan strategis, seperti pengembangan pesawat jet tempur dan kapal selam.

"Kita juga memiliki kesepakatan untuk membuat joint venture yang penting antara perusahaan pertahanan strategis di antara dua negara kita," tutur Prabowo dalam konferensi pers bersama Erdogan di Ankara, Turki, Kamis (10/4/2025).

"Kita sangat terima kasih, Indonesia berkeinginan untuk ikut serta dalam kerja sama pengembangan jet tempur generasi kelima KAAN dan juga dalam pembangunan pengembangan kapal selam bersama industri Turki," sambungnya.

 

Indonesia Bertekad Tingkatkan Kerja Sama dengan Turki

Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Esenboga, Ankara, Turki pada Rabu (9/4/2025) sekitar pukul 19.00 waktu setempat usai kunjungan dari Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA). Kedatangannya pun disambut secara langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Biro Pers Istana)

Prabowo menyatakan, Indonesia sangat bertekad untuk meningkatkan berbagai kerja sama bilateral dengan Turki.

Pertemuan bersama Recep Tayyip Erdogan pun disebutnya berlangsung hangat, produktif, penuh persaudaraan dan persahabatan, serta keinginan untuk terus meningkatkan kemitraan.

"Saya menyampaikan terima kasih atas keterbukaan Presiden Erdogan dan Pemerintah Turki dalam menerima kami, menerima dan mendorong kerja sama antara Indonesia dan Turki," jelas dia.

Infografis Belanja Alutsista ala Menhan Prabowo (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya