Liputan6.com, Jakarta Real Madrid kembali menunjukkan taringnya di bursa transfer. Setelah Dean Huijsen dan Trent Alexander-Arnold, kini giliran Franco Mastantuono yang bakal bergabung. Pemain muda asal Argentina itu kabarnya sudah menyepakati transfer ke Madrid, tapi pengumuman resmi mungkin tertunda karena jadwal Piala Dunia Antarklub.
Mastantuono baru berusia 17 tahun, tetapi sudah mencuri perhatian banyak klub top Eropa. Madrid bergerak cepat, menyegel jasa pemain yang bisa beroperasi sebagai gelandang dan forward itu sebelum bursa transfer benar-benar ramai. Banderol transfernya memang belum diungkap, tapi diyakini cukup besar untuk ukuran pemain yang belum mencicipi atmosfer sepak bola Eropa.
Advertisement
Meski usianya masih sangat muda, Madrid tak sembarangan merekrutnya. Klub ibu kota Spanyol itu melihat potensi besar dalam diri Mastantuono, yang kemungkinan akan menjalani musim perdananya seperti Arda Guler: banyak belajar, sedikit tekanan, dan perlahan beradaptasi.
Menurut kabar, pelatih baru Madrid, Xabi Alonso, sepertinya sudah menyiapkan rencana untuk anak muda satu ini.
Xabi Alonso dan Skenario Mengejutkan
Menurut laporan El Larguero, Alonso berencana langsung memberi kepercayaan besar kepada Mastantuono. Sang pelatih bahkan diklaim akan menjadikan pemain asal River Plate itu sebagai starter musim depan.
Langkah ini terbilang mengejutkan mengingat Mastantuono belum lama debut untuk timnas Argentina dan belum punya pengalaman di Eropa. Namun, Alonso, yang dikenal jeli membaca karakter pemain, tampaknya sudah punya gambaran jelas tentang peran Mastantuono di timnya.
Formasi 4-4-2 fleksibel jadi andalan Alonso musim depan, dengan Mastantuono diplot sebagai gelandang serang. Ia akan bermain di belakang dua penyerang atau berdampingan dengan Jude Bellingham, menjadi otak kreativitas di lini depan.
Duet dengan Bellingham, Kunci Sukses Baru?
Tugas utama Mastantuono adalah memberi warna baru dalam serangan Madrid. Dengan teknik dan visi bermainnya, ia diharapkan bisa membantu Jude Bellingham lebih leluasa masuk ke kotak penalti lawan. Bellingham sendiri tampil luar biasa di musim pertamanya, mencetak banyak gol dari lini kedua.
Kehadiran Mastantuono bisa menjadi pelengkap sempurna bagi Bellingham. Saat sang pemain Inggris sibuk menusuk ke area berbahaya, Mastantuono bisa mengatur ritme serangan dari belakang. Kombinasi ini berpotensi menciptakan gaya bermain baru yang lebih dinamis di lini tengah Madrid.