Prabowo Ungkap Belanda Ambil Kekayaan USD 31 Triliun Selama Jajah Indonesia

Prabowo menuturkan kekayaan yang dirampas Belanda setara dengan 140 tahun anggaran Indonesia..

oleh Lizsa EgehamDiperbarui 11 Juni 2025, 12:57 WIB
Presiden Prabowo Subianto membuka Indo Defence Expo dan Forum di Jiexpo Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025).(Youtube Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkap Belanda telah merampas kekayaan senilai USD 31 triliun selama ratusan tahun menjajah Indonesia. Menurut dia, hal ini berdasarkan hasil penelitian terbaru yang disampaikan beberapa minggu lalu.

"Baru ada suatu research beberapa minggu lalu yang menceritakan kepada kita bahwa selama Belanda menjajah kita, Belanda telah mengambil kekayaan kita senilai dengan uang sekarang USD31 triliun," kata Prabowo saat membuka Indo Defence Expo dan Forum di Jiexpo Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025).

Menurut dia, angka tersebut setara dengan Produk Domestik Bruto (PDP) Indonesia saat ini yang senilai USD1,5 triliun. Prabowo menuturkan kekayaan yang dirampas Belanda setara dengan 140 tahun anggaran Indonesia.

"Kekayaan yang telah diberikan atau diambil dari bangsa Indonesia adalah sama dengan mungkin 18 kali seluruh produksi bangsa Indonesia, 18 kali GDP kita atau sama kurang lebih anggaran kita 140 tahun," jelasnya.

"Dan selama Belanda menduduki Indonesia, Belanda telah menikmati GDP per kapita nomor 1 di dunia," sambung Prabowo.

Prabowo mengatakan hal ini membuktikan bahwa GDP per kapita Indonesia bisa menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Terlebih, kata dia, lembaga-lembaga ekonomi dunia meramalkan ekonomi Indonesia bisa masuk lima besar dunia.

"Itu mengajarkan kepada kita kalau kita sekarang berhasil menjaga kekayaan kita, mungkin GDP per kapita kita salah satu yang tertinggi di dunia," ujar Prabowo.

Investasi Sektor Pertahanan

Presiden Prabowo Subianto menghadiri pembukaan Indo Defence Expo and Forum di Jiexpo Kemayoran Jakarta, Rabu (11/6/2025). (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

Oleh sebab itu, dia menekankan pentingnya berinvestasi di sektor pertahanan. Hal ini agar kemerdekaan Indonesia tak dirampas dan menjadi bangsa budak.

"Sejarah manusia mengajarkan bahwa suatu bangsa yang tidak mau investasi terhadap pertahanannya sendiri biasanya kedaulatannya dirampas, biasanya kemerdekaannya dirampas. Biasanya bangsa itu menjadi bangsa budak," tutur Prabowo.

Infografis Presiden Prabowo Luncurkan Danantara. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya