Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Sekolah di Pesisir Terima Bantuan Pendidikan

Berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek tahun 2023, sekitar 13 persen sekolah di Indonesia belum memiliki akses internet yang memadai

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 11 Juni 2025, 12:29 WIB
Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrim (PKE) pemerintah melalui digitalisasi pendidikan terus diperluas (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrim (PKE) pemerintah melalui digitalisasi pendidikan terus diperluas. Mendukung upaya tersebut, Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Sodikin mengatakan pihaknya turut terlibat dalam upaya mengurangi kesenjangan akses pendidikan digital di sejumlah wilayah dengan berkolaborasi dengan Indosat.

"Pelindo memfasilitasi ketersediaan akses teknologi informasi di 7 sekolah yang berada di kawasan pelabuhan dan pesisir, Jakarta dan Banyuwangi menerima bantuan berupa 10 unit komputer dan satu smart board per sekolah. Selain perangkat pembelajaran, sekolah-sekolah tersebut juga difasilitasi jaringan internet agar seluruh perangkat dapat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar,” ujar Ali seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Sementara itu, Department Head TJSL Pelindo, Febrianto Zenny menjelaskan, upaya ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bidang pendidikan. Dia berharap, melalui dukungan ini, pihaknya mendorong kesiapan sekolah dalam menghadapi pembelajaran di era digital.

"Kami ingin siswa di sekitar pelabuhan memiliki kesempatan belajar yang setara, termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi,” kata Febrianto.

Akses Internet

Sebagai informasi, berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek tahun 2023, sekitar 13 persen sekolah di Indonesia belum memiliki akses internet yang memadai. Kondisi ini banyak dijumpai di wilayah pesisir dan terluar, termasuk sejumlah area kerja Pelindo.

Sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia, Febrianto menyatakan tidak hanya berperan dalam pengelolaan infrastruktur logistik nasional, tetapi juga mengambil peran dalam mendukung pemerataan pembangunan sosial.

“Kami memandang pendidikan sebagai fondasi. Dengan akses digital yang layak, sekolah-sekolah di wikayah PKE memiliki peluang lebih besar untuk berkembang,” Febrianto menandasi.

Infografis Daya Pikat Wisata Raja Ampat. (Liputan6.com/Abdillah/Gotri)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya