Pengamat India Soroti Dugaan Keterlibatan Militer Pakistan dalam Aktivitas Kelompok Jihadi

Ada sembilan lokasi di Pakistan dan Kashmir yang diduduki Pakistan (PoK) yang diserang India.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiperbarui 11 Juni 2025, 11:13 WIB
Tentara India dengan anjing pelacak berpatroli di sebuah pasar di Srinagar pada tanggal 10 Mei 2025. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Liputan6.com, New Delhi - Pada malam 6-7 Mei 2025, India meluncurkan rudal ke sembilan lokasi di Pakistan dan Kashmir yang diduduki Pakistan (PoK).

Lokasi-lokasi ini adalah masjid dan madrasah (sekolah agama Islam) yang dilaporkan berfungsi ganda sebagai pusat pelatihan, tempat tinggal, dan tempat persembunyian yang digunakan oleh Jaish-e-Muhammad (JeM), Lashkar-e-Taiba (LeT), Hizb-ul-Mujahideen (HuM), dan organisasi teror jihad lainnya.

Sembilan situs jihad yang dihantam India adalah:

1. Pusat Subhan Allah, JeM, Bahawalpur, Provinsi Punjab

2. Pusat Taiba, LeT, Muridke, Lahore, Provinsi Punjab

3. Fasilitas Sarjal/Tehra Kalan, JeM, Shakargarh, Distrik Narowal, Provinsi Punjab

4. Fasilitas Mehmoona Joya, HuM, Kepala Marala, Sialkot, Provinsi Punjab

5. Pusat Ahle Hadits Barnala, LeT, Distrik Bhimber, Kashmir yang diduduki Pakistan (PoK)

6. Masjid Pusat Abbas, JeM, Kotli, PoK

7. Pusat Pelatihan Maskar Raheel Shahid, Hizbul-Mujahidin, Kotli, PoK

8. Kamp Shawai Nallah, LeT, Muzaffarabad, PoK

9. Syedna Bilal Center, JeM, Muzaffarabad, PoK

Beberapa pengamat India menyebut bahwa Pakistan menjuluki operasi militernya pada tanggal 10 Mei 2025 terhadap India dan jadi dugaan kuat bahwa tentara negara tersebut terlibat, dikutip dari Memri, Selasa (10/6/2025).

David Coleman Headley, terdakwa utama dalam serangan teror Mumbai tahun 2008, telah menjalani pelatihan dasar di Shawai Nallah, pada tahun 2002. Ia juga menjalani pelatihan di Manshera, KPK, dan Markaz Taiba, Muridke.

Di dalam kamp Shawai Nallah, terdapat "Masjid Bilal Shawai," yang juga menjadi sasaran serangan India pada malam tanggal 6-7 Mei.

Menurut laporan, kamp tersebut digunakan untuk pelatihan senjata, pembuatan bom, dan latihan bertahan hidup di hutan bagi para anggota JeM.

Lokasinya yang dekat dengan Benteng Merah Muzaffarabad menjadikannya zona keamanan tinggi, yang memungkinkan JeM beroperasi dengan relatif bebas dari hukuman.

Intelijen menghubungkan kamp tersebut dengan serangan teror baru-baru ini, termasuk serangan teroris Pahalgam yang kejam pada tanggal 22 April 2025, yang menargetkan pria Hindu.

Lokasi Transit

Konflik antara India dan Pakistan memanas setelah terjadi serangan di Lembah Baisaran, Pahalgam, Kashmir yang dikuasai India pada 22 April 2025 lalu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Kantor berita India The Probe melaporkan: "Kamp tersebut merupakan titik transit bagi 50-100 teroris pada waktu tertentu, mempersiapkan mereka untuk menyusup ke Jammu dan Kashmir guna melakukan serangan."

"Signifikansi strategis kamp tersebut berasal dari perannya dalam mengoordinasikan logistik dan pelatihan, dengan laporan yang kredibel yang menunjukkan keterlibatan Kelompok Layanan Khusus (SSG) Angkatan Darat Pakistan dalam memberikan pelatihan khusus kepada anggota JeM. Serangan rudal presisi terhadap Kamp Syedna Bilal bertujuan untuk membongkar hubungan antara JeM dan unsur-unsur militer Pakistan, yang secara signifikan mengganggu kemampuan kelompok tersebut untuk mengatur terorisme lintas batas."

Klaim Atas Keterlibatan Angkatan Darat Pakistan

Operasi Sindoor, serangan udara India pada tanggal 7 Mei terhadap Pakistan, menewaskan beberapa teroris yang terkait dengan kelompok-kelompok yang bermarkas di Pakistan.

Foto-foto petinggi militer Pakistan muncul petugas yang menghadiri pemakaman para teroris ini.

"Foto-foto perwira tinggi Pakistan yang menghadiri pemakaman para teroris ini dengan seragam militer telah tersebar luas, mengungkap hubungan yang telah berlangsung puluhan tahun antara tentara Pakistan dan para teroris. India telah menandai sebuah gambar – yang memperlihatkan peti mati seorang teroris yang dibungkus bendera Pakistan – sebagai bukti yang tidak dapat disangkal tentang keterlibatan Pakistan dalam terorisme global," lapor media India Ndtv.com.

"Salat jenazah untuk beberapa teroris yang dibasmi dalam Operasi Sindoor di India dihadiri oleh personel Angkatan Darat Pakistan dan anggota Jamaat-ud-Dawah (JuD) yang dilarang milik Hafiz Saeed."

 

Adanya Pengamanan yang Ketat

Dalam serangan itu, sekelompok pria bersenjata membunuh 26 orang, termasuk 25 wisatawan dan satu penunggang kuda lokal. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Salat jenazah untuk Qari Abdul Malik, Khalid, dan Mudassir diadakan di Muridke dengan pengamanan ketat, kata Tabish Qayyum, juru bicara Liga Muslim Markazi Pakistan, sayap politik JuD.

Bersama dengan Angkatan Darat Pakistan dan anggota JuD, anggota birokrasi sipil juga hadir di pemakaman tersebut, kata Qayyum, yang juga menghadiri acara tersebut.

Salat jenazah dipimpin oleh Hafiz Abdul Rauf, dengan doa-doa yang dipanjatkan untuk keselamatan dan keamanan negara. Ia mengklaim bahwa Malik, Khalid, dan Mudassir, yang diyakini sebagai anggota JuD, bertugas sebagai pemimpin salat dan pengurus masjid. Jenazah-jenazah tersebut kemudian dikirim ke daerah asal mereka untuk dimakamkan."

Banner Infografis Adu Kekuatan Tempur Pakistan Vs India. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya