Statistik Mengerikan Rayan Cherki: Poros Kreativitas Baru Lini Tengah Manchester City

Ia diproyeksikan menjadi poros kreativitas baru lini tengah The Citizens pasca kepergian Kevin De Bruyne.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 11 Juni 2025, 10:28 WIB
Gelandang Lyon asal Prancis Rayan Cherki (tengah) merayakan gol kedua timnya selama pertandingan leg pertama perempat final Liga Eropa UEFA antara Olympique Lyonnais (OL) dan Manchester United di stadion Parc Olympique Lyonnais Groupama di Decines-Charpieu, Prancis tengah-timur, pada 10 April 2025.Olivier CHASSIGNOLE / AFP

Liputan6.com, Jakarta Manchester City resmi mendatangkan Rayan Cherki dari Lyon pada 10 Juni 2025. Gelandang serang asal Prancis itu dikontrak selama lima tahun dengan nilai transfer mencapai £33,7 juta. Ia diproyeksikan menjadi poros kreativitas baru lini tengah The Citizens pasca kepergian Kevin De Bruyne.

Transfer ini bukan sekadar pengganti nama besar, melainkan awal dari regenerasi lini tengah City. Setelah era yang diisi pemain veteran seperti Ilkay Gundogan, Mateo Kovacic, dan Bernardo Silva, kini giliran darah muda yang diandalkan. Kehadiran Cherki juga menambah antusiasme jelang Piala Dunia Antarklub.

City berada satu grup dengan Juventus, Al Ain, dan Wydad Casablanca, dan akan memulai kompetisi pada 18 Juni. Dengan absennya Mateo Kovacic akibat operasi Achilles, kans Cherki untuk langsung bersinar di turnamen ini terbuka lebar.


Cherki: Statistik yang Tak Main-main

Rayan Cherki merupakan talenta muda jebolan Olympique Lyon. Di usianya yang baru 18 tahun, ia telah membuat lebih dari 60 penampilan senior. Sayangnya, belakangan ini ia jarang dimainkan dan baru mencetak 2 gol dan 4 assist pada musim ini. (AFP/Olivier Chassignole)

Penampilan Cherki bersama Lyon musim 2024/25 mencatatkan statistik yang sulit diabaikan. Ia menjadi raja assist Lyon di Ligue 1 dengan torehan 11 assist sepanjang musim. Tak hanya itu, ia juga menciptakan 22 big chances dan total 75 peluang untuk rekan-rekannya.

Dari sisi individu, kemampuan menggiring bolanya juga sangat menonjol. Cherki mencatat rata-rata 2,1 dribel sukses per 90 menit, menjadikannya salah satu pemain paling sulit dihentikan di Liga Prancis. Performa ini membuatnya menjadi salah satu aset muda paling diburu klub-klub besar Eropa.

Bersama City, statistik ini menjadi modal penting untuk bersaing di berbagai kompetisi. Terlebih lagi, Josep Guardiola dikenal mampu memaksimalkan pemain kreatif dalam skema bermainnya yang dinamis dan mengutamakan kontrol bola.


Cherki: Talenta Spesial sejak Remaja

2. Rayan Cherki (Lyon/ 16 tahun, 102 hari) - Melakukan debut pada 27/11/2019 saat melawan Zenit di Saint Petersburg pada fase grup musim 2019/2020 sebagai pemain pengganti pada menit k-74. Lyon kalah 0-2 dalam laga tersebut. (AFP/Romain Lafabregue)

Cherki bukan pemain yang datang dari antah-berantah. Lulusan akademi Lyon ini sudah mencuri perhatian sejak usia belia. Ia mencetak gol debutnya untuk tim utama Lyon di usia 16 tahun dan menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah klub di pertandingan resmi.

Namanya sempat dikaitkan dengan Paris Saint-Germain (PSG) musim panas lalu, tapi transfer itu tak pernah terwujud. Kini, ia justru bergabung dengan salah satu tim terbaik dunia dan mendapat panggung yang lebih besar. Di bawah Guardiola, potensi Cherki diyakini bisa mencapai level tertinggi.

Lanjut Baca:

Selain bermain sebagai gelandang serang, Cherki juga piawai beroperasi di sisi sayap. Fleksibilitasnya di lini depan menjadi aset berharga untuk skuad City yang selalu bermain menyerang dan rotasi pemainnya padat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya