Waspada Gunakan Peta Digital, Pasutri Terjun ke Jurang Saat Hindari Macet

Sebuah insiden tragis kembali mengingatkan akan potensi bahaya di balik kemudahan navigasi digital. Dalam kejadian ini, sang suami yang merupakan pensiunan TNI tewas di lokasi kejadian.

oleh Fira SyahrinDiperbarui 11 Juni 2025, 15:34 WIB
Damkar Sukabumi dan tim gabungan saat mengevakuasi korban dan kendaraan kecelakaan lalu lintas di Kampung Ciganas, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Sukabumi - Pasangan suami istri (pasutri) asal Bogor mengalami nasib nahas saat mencoba menghindari kemacetan, berujung pada maut setelah terjun ke jurang akibat tersesat mengikuti arahan peta digital

Peristiwa motor masuk jurang itu terjadi di jalan arteri Bogor-Sukabumi, ketika hendak pulang ke Bogor, tepatnya di Kampung Ciganas, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi pada Minggu (8/6/2025). 

Informasi dihimpun, korban meninggal dunia, Hapid Hartono (70), bersama istrinya Hatini (64), mengendarai motor matic. Sang suami yang merupakan pensiunan TNI tewas di lokasi kejadian.

Mereka bersama anak, menantu, dan cucunya, berencana pulang ke Bogor setelah berziarah kubur di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Anak korban, Dedi Muhammad Hanafi (47), mengungkapkan bahwa kemacetan di jalur arteri Sukabumi - Bogor membuat mereka memutuskan untuk melewati jalan alternatif dengan menggunakan aplikasi peta digital.

"Jadi, saat kami tersesat di Google Maps, kami disarankan untuk putar arah. Saya balik arah itu di turunan. Saya berhenti di jembatan, menunggu ayah (korban), tiba-tiba motor ayah meluncur kencang dari atas," kata Dedi.

Dedi menceritakan, mereka dalam perjalanan kembali ke Bogor setelah ziarah dari kakeknya di Sukabumi. Namun, korban memaksakan diri untuk main ke kebun dulu di daerah Caringin Wetan karena sejalan dengan arah pulang.

Saat pulang, ia menggunakan aplikasi Google Maps agar dapat menghindari macet, dan saat tersesat dirinya bertemu dengan gang buntu. Ia mengaku sempat bertemu dengan pengendara lain dsn menanyakan arah menuju jalan raya.

"Tepat sebelum kejadian, ada mobil yang memberitahu saya. Saya bertanya, 'Kalau untuk ke jalan raya ke mana?' Dijawab, 'Ke sini, ke bawah.' Ya sudah, saya mengikuti jalan ke bawah. Kebetulan, jalannya memang lagi ada perbaikan dan lumayan curam juga. Saat itu juga sedang ramai orang, tetapi ketika saya menunggu di jembatan bawah, tiba-tiba motor ayah saya meluncur dari atas," jelasnya.

Damkar Kesulitan Evakuasi Motor Korban

Tim Pemadam Kebakaran Posko II Cibadak yang terjun ke tempat kejadian mengalami kesulitan mengevakuasi motor korban dari dasar jurang. 

Motor korban berada di posisi yang kemiringannya cukup curam, banyaknya ranting serta kondisi tanah yang labil menyulitkan proses evakuasi.

"Untuk tingkat kesulitan, motor berada di bibir jurang yang lumayan dalam, diperparah dengan adanya ranting-ranting pohon dan tanah yang labil," kata Yogi, Danton Damkar Posko II Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Motor terpaksa ditarik dengan menggunakan sling baja dibantu dengan mobil penarik dari kendaraan 4x4 untuk menaikkan motor dari dasar jurang.

Yogi pun menuturkan, bahwa tim evakuasi gabungan ini baru bisa datang setelah 4 jam menerima informasi. Hal ini terjadi karena minimnya personil dan alat evakuasi yang tak memadai.

"Untuk evakuasi sendiri kita mendapat laporan dari pukul 18.28 WIB cuma terkendala dengan keterbatasan peralatan dan anggota sehingga kita menghimpun dari peralatan dan anggota jam 22.00 WIB kita baru melakukan evakuasi," terang dia. 

 

 

Diduga Akibat Rem Blong

Kapolsek Nagrak, Iptu Asep Suhriat menyampaikan, kecelakaan lalu lintas motor masuk jurang tersebut bermula pada saat kendaraan Sepeda Motor Honda Vario No. Pol F 4147 NE yang dikemudikan oleh korban Hapid Hartono bersama istrinya melaju dari arah Nyalindung menuju Ciganas Nagrak Utara. 

Diduga hilang kendali, sewaktu melintasi jalan menurun menikung ke sebelah kiri diduga rem dari kendaraan tidak berfungsi dengan baik yang mengakibatkan pengendara hilang kendali dan menabrak pembatas jalan. 

“Sehingga pengendara hilang kendali ke sebelah kanan jalan lalu menabrak tanggul kemudian terperosok ke dalam sungai dengan kedalaman sekitar 15 Meter,” ungkapnya. 

Akibat kejadiannya ini, pengendara motor meninggal dunia di TKP, sedangkan istri korban Hatini mengalami luka berat dan telah mendapat perawatan di rumah sakit.

Polisi pun menghimbau kepada pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat berkendara di jalan raya, terutama ketika melintasi medan yang baru dilalui saat menggunakan peta digital. 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya