Wafat Saat Menunggu Antrean Haji, Apakah Tetap Mendapatkan Pahala?

Banyak calon jemaah yang telah mendaftar dan menunggu antrean untuk berangkat ke tanah suci, namun ada pula yang wafat sebelum dapat melaksanakan ibadah ini. Lantas, apakah mereka tetap mendapatkan pahala haji?

oleh Putry DamayantyDiterbitkan 11 Juni 2025, 15:30 WIB
Calon jemaah haji kloter pertama mengantre saat melakukan kelengkapan administrasi di Asrama Haji, Jakarta, Sabtu (6/7/2019). Pengecekan kelengkapan administrasi berupa cek kesehatan, foto biometrik dan sidik jari untuk keperluan imigrasi di embarkasi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Jutaan umat Islam seluruh penjuru dunia baru saja melewati momen spesial, puncak haji 2025. Jemaah haji Indonesia rencananya akan dipulangkan ke Tanah Air mulai hari ini, Rabu 11 Juni 2025.

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan bagi muslim yang mampu. Namun, prosesnya tentu tidak mudah terutama bagi mereka yang telah mendaftar dan menunggu giliran untuk berangkat.

Menunggu antrean haji memerlukan kesabaran dan keikhlasan, serta kesiapan untuk menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan  yang mungkin saja terjadi.

Seperti halnya antrean haji di Indonesia yang semakin panjang, dengan waktu tunggu mencapai belasan hingga puluhan tahun. Sehingga dengan lamanya daftar tunggu ini, tidak sedikit calon jemaah yang meninggal sebelum berangkat menunaikan ibadah haji.

Lantas, apakah jamaah yang wafat saat menunggu antrean tetap memperoleh pahala haji? Berikut penjelasan lengkapnya dikutip dari laman MUI, pada Selasa (10/6/2025).

 

Saksikan Video Pilihan ini:

Kisah Hijrah Sahabat Nabi yang Terputus oleh Ajal

Jemaah haji Indonesia mengantre menaiki bus untuk diantar menuju pemondokan di Makkah. (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Jika kita menelisik ayat Al-Qur'an, terdapat kisah yang kiranya dapat kita serupakan dengan keadaan tadi. Di mana dalam ayat tersebut diceritakan terdapat orang-orang yang sudah bertekad bulat ingin berhijrah bersama Rasulullah SAW akan tetapi dia meninggal, dan mereka tetap mendapatkan pahala di sisi Allah SWT. Allah SWT berfirman:

… ۗوَمَنْ يَّخْرُجْ مِنْۢ بَيْتِهٖ مُهَاجِرًا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ اَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

“…Siapa yang keluar dari rumahnya untuk berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian meninggal (sebelum sampai ke tempat tujuan), sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (An-Nisā’: 100).”

Pahala Tetap Dicatat Meski Terhalang Uzur

Jemaah haji antre mencium Hajar Aswad di Kakbah, Makkah. Khoiron/Kemenag

Sementara itu, dalam sebuah hadis, ada pula kisah di mana ada sahabat Nabi yang sangat ingin bertempur bersama Rasulullah SAW dalam perang Tabuk tapi terhalang oleh satu dan lain hal.

Rasulullah SAW pun menerangkan, meski mereka tidak ikut berperang, akan tetapi mereka tetap menjadi bagian dari orang-orang yang berperang.

Anas bin Malik radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah SAW tatkala kembali dari perang Tabuk dan sudah mendekati Madinah, beliau bersabda, “Sesungguhnya di dalam Madinah itu ada sekelompok orang yang tidaklah kalian menempuh perjalanan dan tidaklah kalian menyeberangi lembah kecuali mereka diikutsertakan bersama kalian dalam ganjaran.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, padahal mereka berada di Madinah?’ Beliau menjawab, “Mereka di Madinah karena mereka terhalangi oleh udzur.” (HR Bukhari)

Berdasar keterangan di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa orang yang sungguh-sungguh berniat haji, dibuktikan dengan mendaftar haji, kemudian meninggal, dia kemungkinan besar tetap mendapatkan pahala haji dari Allah SWT.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya