Cara Aman Bersosial Media, Hindari Hoaks sampai Penipuan

Aksi kejahatan di dunia maya pun beragam, mulai dari penyebaran hoaks hingga aksi penipuan. Lalu bagaimana cara aman menggunakannya? Simak artikel berikut ini.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 10 Juni 2025, 19:00 WIB
Pengamat Keamanan Siber sekaligus pendiri Vaksincom Alfons Tanujaya dalam diskusi soal serangan ransomware. (Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani)

Liputan6.com, Jakarta- Dunia digital kini tidak bisa dihindari, sebab saat ini sebagian besar aktivitas manusia bergantung pada teknologi tersebut agar lebih mudah dan efisien. Namun di balik digitalisasi yang menawarkan kemudahan, ada oknum yang memanfaatkan untuk melakukan aksi kejahatan siber.

Aksi kejahatan di dunia maya pun beragam dan beredar di sosial media, mulai dari penyebaran hoaks hingga aksi penipuan, sebab itu sebagai pengguna teknologi digital kita perlu melakukan antisipasi untuk menangkal aksi kejahatan tersebut.

Pakar keamanan siber dan IT dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menyebutkan cara aman dalam berinteraksi di dunia digital adalah tidak mudah mempercayai informasi yang didapat dan jeli sebelum menyebar informasi dengan memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

"Selalu periksa sumber informasi dan pastikan dari sumber yang terpercaya seperti situs web atau akun media sosial resmi," kata Alfons saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (10/6/2025).

 

Cara Aman Berikutnya

Alfons melanjutkan, cara aman berikutnya adalah dengan mewaspadai semua tautan yang mengarah pada situs yang tidak resmi dan kredibel. Hal ini untuk menghindari kejahatan siber yang bersembunyi di balik hoaks.

"Karena akan diarahkan pada situs phishing dan jangan pernah mengunduh tautan apapun khususnya perangkat Android yang rentan terhadap instalasi APK palsu," jelasnya.

Alfons menyebutkan cara terakhir adalah tidak mudah membagikan data pribadi seperti data pribadi yang ada di KTP, rekening bank, nomor kartu kredit atau kartu lainnya seperti kartu ATM atau informasi dompet digital.

"Karena akan digunakan untuk kepentingan eksploitasi akun tersebut," tutup Alfons.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya