Masa Depan Jadon Sancho: Pilihan Sulit Setelah Gagal Permanen di Chelsea

Jadon Sancho menghadapi keputusan besar setelah gagal transfer permanen ke Chelsea dan kini harus tentukan langkah berikutnya di kariernya.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 10 Juni 2025, 03:27 WIB
Gelandang Chelsea asal Inggris bernomor punggung 19, Jadon Sancho, merayakan gol kelima timnya selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Southampton dan Chelsea di Stadion St Mary di Southampton, Inggris selatan, pada tanggal 4 Desember 2024. (Glyn KIRK/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Jadon Sancho kembali menjadi sorotan setelah masa pinjamannya di Chelsea berakhir tanpa kesepakatan permanen. Meski tampil cukup baik terutama di Conference League, negosiasi kontrak jangka panjang dengan The Blues kandas karena masalah gaji yang tinggi.

Kini, winger 25 tahun itu harus memikirkan langkah karier berikutnya dengan satu tahun tersisa di kontraknya bersama Manchester United. Kegagalan transfer permanen ini menjadi pukulan bagi Sancho yang sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal musim bersama Chelsea.

Masalahnya, penurunan performa dan ketidaksepakatan soal gaji membuat klub London Barat itu memilih untuk mengembalikannya ke Old Trafford dengan membayar denda sebesar 5 juta pounds.

Situasi ini menempatkan Sancho dalam posisi yang sulit. Dengan kontrak yang tinggal satu tahun dan gaji yang tinggi, masa depannya di Manchester United diragukan, terutama di bawah manajemen baru Ruben Amorim yang tidak memasukkan winger murni dalam skemanya.


Perjalanan Sancho di Chelsea: Awal Menjanjikan dan Akhir yang Mengecewakan

Cole Palmer dan Jadon Sancho berselebrasi dalam kemenangan Chelsea atas Southampton di St Mary's Stadium, Kamis (5/12/2024). (AFP/Glyn Kirk)

Sancho memulai masa pinjamannya di Chelsea dengan impresif, memberikan empat assist dalam tiga pertandingan Premier League pertamanya.

Dalam sembilan laga awal, ia terlibat langsung dalam enam gol, menunjukkan potensi besar yang membuat Chelsea sempat menempati posisi kedua klasemen. Namun, performanya menurun drastis setelah Desember, hanya mencetak satu gol tambahan di liga sepanjang musim.

Krisis kepercayaan diri yang melanda skuad Chelsea secara keseluruhan turut mempengaruhi penampilan Sancho. Meski begitu, sikap kerja keras dan kontribusinya di kompetisi Eropa, khususnya gol di final Conference League melawan Real Betis, membuatnya tetap dihargai oleh pelatih Enzo Maresca dan para pendukung.

Namun, tidak semua pihak sepakat. Mantan bek Chelsea, William Gallas, menilai Sancho gagal memanfaatkan kesempatan bermain di klub besar dan tidak menunjukkan kemampuan terbaiknya.


Pilihan Karier Berikutnya: Antara Premier League, Bundesliga, dan Arab Saudi

Gelandang Borrusia Dortmund, Jadon Sancho berselebrasi menunjukkan tulisan di kaos dalam 'Justice for George Floyd' usai mencetak gol ke gawang SC Paderborn 07 di Benteler Arena di Paderborn, Jerman (1/6/2020). Dalam pertandingan ini Dortmund menang telak 6-1 atas Paderborn. (Lars Baron/Pool via AP)

Setelah kembali ke Manchester United, Sancho menghadapi ketidakpastian besar. Pelatih Ruben Amorim tidak memasukkan Sancho dalam rencananya, terlebih dengan kedatangan pemain seperti Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo yang juga beroperasi di posisi sayap.

United pun berambisi melepas Sancho secara permanen untuk menghindari kehilangan pemain dengan nilai transfer yang signifikan secara gratis pada 2026.

Lanjut Baca:

Salah satu opsi yang menarik adalah mengikuti jejak Marcus Rashford dengan bergabung ke Aston Villa. Klub ini menawarkan tekanan yang lebih rendah dibandingkan enam klub besar dan bisa menjadi tempat yang ideal untuk Sancho memulihkan performa. Jika Sancho memilih opsi pinjaman, ini bisa menjadi jalan mudah menuju transfer permanen tanpa masalah gaji yang membebani.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya