Peringatan Tragedi Tiananmen, Gambar Tank Diganti Bebek Kuning

Jelang peringatan peristiwa Tiananmen, pemerintah China menerapkan sensor di situs mikroblog Sina Weibo.

oleh Elin Yunita KristantiDiterbitkan 05 Juni 2013, 00:17 WIB
CINA

Sebagian rakyat China menjadikan tanggal 4 Juni sebagai peringatan atas luka. Tahun 1989 silam, sebuah tragedi terjadi di Lapangan Tiananmen, Beijing. Saat aparat keamanan membubarkan demonstrasi pro-demokrasi yang digelar mahasiswa. Sekitar 200 sampai 3.000 orang diperkirakan tewas. Tak ada yang tahu jumlah pastinya.Jelang peringatan peristiwa Tiananmen, pemerintah China menerapkan sensor di Sina Weibo, situs mikroblog terpopuler di negeri itu.Seperti dimuat Guardian, Selasa 4 Juni 2013, sejumlah kata yang dilarang adalah "hari ini", "besok", "tahun ini", "hari istimewa", juga sejumlah kombinasi angka yang merujuk pada 4 Juni 1989. Termasuk 6-4, 64, 63+1, 65-1, dan 35 (singkatan untuk Mei ke-35). Aparat China juga melarang diskusi terbuka soal "insiden 4 Juni" di media dan internet. Memaksa para netizen alias pengguna internet kucing-kucingan menggunakan istilah lain untuk membahas peristiwa itu. Posting mereka juga dilengkapi gambar-gambar terkait Tiananmen, tapi dimodifikasi sedemikian rupa sehingga lolos dari deteksi otomatis: seorang gadis yang mulutnya ditutupi tangan, lego berbentuk manusia menghadapi lego hijau mirip tank, dan foto ikonik pria menghadapi 4 tank -- di mana gambar tank-tank itu direkayasa menjadi empat bebek kuning raksasa, instalasi seni yang kini berada di Pelabuhan Victoria, Hong Kong. Dan pada Selasa malam, istilah "bebek kuning raksasa" juga ikut diblokir dari media sosial. Peringatan Digelar di Hong Kong Sepanjang Selasa, mendung menggantung di langit Beijing, kabut menutupi pemandangan. Nyaris seperti malam hari. Para dengan ban lengan merah ditempatkan setiap 100 meter di Chang'an Avenue, sebuah boulevard yang luas yang melewati Lapangan Tiananmen di pusat kota.Wartawan Hong Kong yang merekam pengibaran bendera di pagi hari di lapangan bersejarah itu dipaksa menghapus gambarnya. Polisi memblokade pintu masuk pemakaman tempat sejumlah korban tragedi Tiananmen dimakamkan. Di mana ibu-ibu dan kerabat para korban berziarah tiap tahunnya. Zhang Xianling, yang kehilangan putranya yang kala itu berusia 19 tahun, menjadi satu dari 10 orang yang dikawal masuk ke pemakaman. Dua polisi ditempatkan di muka pintu rumahnya sejak Sabtu lalu. "Aku dibolehkan meninggalkan rumah kapanpun aku mau. Tapi dengan pengawalan dua polisi itu," kata dia. Sementara diperkirakan 150 ribu orang berkumpul di Hong Kong, memperingati peristiwa berdarah itu dengan nyala lilin. Hong Kong dan Macau, hanya dua kota itu, yang mendapatkan keistimewaan untuk menggelar peringatan terbuka. (Ein)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya