Malam Takbiran di Pulau Rempang, Malam Perlawanan?

Setiap malam takbiran, selalu dimanfaatkan warga untuk berkumpul, seakan itu adalah malam takbiran terakhir sebelum mereka diusir dari tempat yang udah ditinggali ratusan tahun.

oleh Ajang NurdinEdhie Prayitno IgeDiperbarui 06 Juni 2025, 19:18 WIB
Warga Pulau Rempang di Kepulauan Riau memadati acara malam takbiran untuk memanfaatkan momen itu sebagai media perlawanan. Foto: liputan6.com/ajang nurdin 

Liputan6.com, Batam - Kampung Sungai Raya magrib menjelang isya mulai ramai dengan gema takbir. Tapi bukan hanya gema takbir Idul Adha yang terdengar, namun masih ada juga keluhan dan kekhawatiran yang terungkap dalam obrolan mereka.

Siti Hawa, salah satu warga terus menyuarakan hal yang sama sejak Rempang diberi status Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Jangan biarkan kita dipecah belah. Kita harus berdiri bersama, melindungi kampung kita seperti kita melindungi anak-anak kita sendiri," teriaknya.

Nek Aweu atau Siti Hawa adalah satu dari sekian banyak warga yang telah merasakan getirnya perjuangan sejak rencana pembangunan Rempang Eco City diumumkan.

Bagi mereka, tanah ini bukan sekadar titik di peta, melainkan warisan jiwa. Di sinilah tembuni (Ari- Ari) mereka ditanam, tempat lahirnya doa-doa nenek moyang, tempat pertama kali anak-anak mereka mengenal dunia.

Panggung malam takbiran Iduladha ini juga diisi dengan pembacaan puisi. 

“Sapi dan kambing tak banyak kami punya,

Tapi semangat Ibrahim hidup di dalam dada.

Bukan hanya hewan yang rela kami serahkan,

Tapi jiwa dan raga demi tanah yang kami pertahankan…”

Sementara itu, Sofie warga Kampung Sungai Raya, menyuarakan harapan dengan tegas namun lembut.

"Kita mungkin tidak punya kekuasaan, tapi kita punya keyakinan. Kampung ini adalah hidup kita," katanya.

Warga kemudian merenungkan makna Idul Qurban. Mengingat kisah  tentang bagaimana manusia hari ini harus berani berkorban demi tanah tumpah darahnya.

Malam takbiran di Pulau Rempang, memang bukan malam biasa. Ini menjadi semacam malam perlawanan atas ketidakjelasan nasib mereka. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya