Mendag Sumringah Perdagangan RI ke Singapura Alami Surplus

Kemendag mengungkapkan 10 negara menjadi kontributor bagi surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang Mei 2013. Bahkan untuk pertama kalinya, Indonesia alami surplus terhadap Singapura.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Juni 2013, 18:43 WIB
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan 10 negara menjadi kontributor bagi surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang Mei 2013. Bahkan untuk pertama kalinya, perdagangan Indonesia dengan Singapura mengalami surplus hingga US$ 450 juta.

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, mensinyalir kenaikan ekspor Indonesia ke Singapura terjadi karena efek dari aspirasi untuk terus meningkatkan nilai tambah.

"Ekspor kita ke Singapura, untuk non migas meningkat 14,4%, yang biasanya kita defisit dengan Singapura ini naik," kata Gita, Selasa (4/6/2013).

Gita menilai, seiring basis investasi yang tengah berjalan, importasi bahan baku pun terus meningkat. Pada akhirnya produk-produk jadi bisa diserap pasar Singapura atau sekedar transit.

Selain Singapura, negara lain yang menyumbang surplus perdagangan nonmigas adalah India, Amerika Serikat,  Belanda, Filipina, Malaysia, Turki, Spanyol, Mesir, dan Pakistan.

Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat juga mengalami kenaikan 3%, India naik 2,9%, Myanmar naik 53%.

"Nigeria, Mesir, Brunei, Vietnam, dan Ghana juga naik. Ghana konsisten dengan strategi kita untuk mendiversifikasi pasar-pasar non tradisional di Afrika," ungkap Gita.

Negara tujuan ekspor nonmigas yang memiliki pencapaian nilai ekspor terbesar selama Januari-April secara berurutan adalah China (US$ 6,8 miliar), Jepang (US$ 4,5 miliar), India (US$ 5 miliar), Singapura (US$ 4,4 miliar), Amerika Serikat (US$ 3,8 miliar), Korea Selatan (US$ 2,5 miliar), Malaysia (US$ 2,1 miliar), Thailand (US$ 1,8 miliar),  Filipina (US$ 1,3miliar), serta Taiwan (us$1,3 miliar)

"Sepuluh pasar ekspor utama tersebut berkontribusi sebesasr 69,3% dari total ekspor non migas," kata Gita.

Sementara itu, lanjutnya, negara-negara yang menyumbang defisit neraca perdaganan luar negeri Indonesia yang paling besar berasal dari Tiongkok, Jepang, Jerman, Rusia, Kanada, Swedia.

"Cirinya ini ada dua, pertama importasi produk yang sudah jadi, dan satu lagi produks-produk pertanian," lanjut Gita.(Est/Shd)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya