Rusia Gempur Kyiv, 4 Orang Ukraina Tewas Akibat Serangan Rudal dan Drone

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di beberapa titik terdampak.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 06 Juni 2025, 14:04 WIB
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di rumah-rumah pribadi yang rusak setelah serangan Rusia di wilayah Kyiv pada 25 Mei 2025, di tengah invasi Rusia di Ukraina. (Sergei SUPINSKY/AFP)

Liputan6.com, Kyiv - Serangan rudal dan drone Rusia kembali mengguncang Kyiv pada Jumat dini hari, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. Serangan ini terjadi di tengah rentetan serangan udara di berbagai wilayah Ukraina, menandai eskalasi baru dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di beberapa titik terdampak. “Beberapa lokasi saat ini sedang dalam proses evakuasi dan pencarian korban,” ujarnya, dikutip dari AP, Jumat (6/6/2025).

Ledakan terdengar di sejumlah distrik ibu kota saat sistem pertahanan udara Ukraina berusaha menahan gempuran rudal dan drone. Kepala Pemerintah Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan puing-puing dari rudal yang dicegat menyebabkan kebakaran di berbagai lokasi.

“Tim pertahanan udara kami bekerja semaksimal mungkin. Namun kita juga harus saling menjaga—tetaplah waspada dan aman,” tulisnya lewat saluran Telegram resminya.

Salah satu kerusakan paling parah terjadi di Distrik Solomyanskyi, di mana lantai 11 dari sebuah gedung apartemen 16 lantai terbakar. Petugas layanan darurat berhasil mengevakuasi tiga orang dari lokasi tersebut. Kebakaran lain juga terjadi di sebuah gudang logam.

Selain di Kyiv, wilayah utara Chernihiv juga menjadi sasaran. Kepala administrasi militer wilayah, Dmytro Bryzhynskyi, melaporkan bahwa sebuah drone Shahed meledak di dekat gedung apartemen, memecahkan jendela dan pintu. Ledakan dari rudal balistik juga terekam di pinggiran kota, menambah daftar panjang kerusakan malam itu.

Serangan tersebut juga merusak rel metro antara dua stasiun di Kyiv. Meski tidak menimbulkan korban, gangguan ini menunjukkan betapa luas dampak serangan terhadap infrastruktur sipil.

 

Serangan Rusia Terjadi Beberapa Jam Usai Pertemuan Trump dengan Merz

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. AFP)

Serangan Rusia ini terjadi hanya beberapa jam setelah pernyataan kontroversial dari mantan Presiden AS, Donald Trump. Dalam pertemuannya dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz, Trump mengatakan bahwa mungkin lebih baik membiarkan Rusia dan Ukraina “berperang sebentar” sebelum akhirnya memediasi perdamaian.

Pernyataan itu dianggap berseberangan dengan sikap Trump sebelumnya yang kerap menyerukan segera diakhirinya perang.

Trump memuji Merz sebagai "tokoh penting di dunia" yang menurutnya memiliki potensi menekan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan konflik. Namun, komentar Trump justru memicu kontroversi di kalangan pengamat diplomatik dan kemanusiaan.

Dengan situasi yang semakin memanas, serangan terbaru ini menjadi pengingat keras bahwa perang belum menunjukkan tanda-tanda mereda—dan warga sipil tetap menjadi pihak yang paling terdampak.

Infografis Perang Ukraina Vs Rusia Masuki Tahun Ke-3 dan Klaim Tentara Tewas. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya