Bursa Asia Melejit Buntut Diskusi Trump-Xi Jinping Soal Tarif Impor

Trump dan Xi Jinping telah melangsungkan pembicaraan selama 90 menit pada Kamis (5/6/2025) waktu setempat dan sepakat bahwa pejabat dari AS dan Tiongkok akan segera bertemu untuk melanjutkan negosiasi tarif dagang. Hal ini menjadi pendorong kenaikan bursa saham Asia.

oleh Natasha AmaniDiterbitkan 06 Juni 2025, 09:20 WIB
Indeks saham Nikkei Jepang 225 naik 0,14% pada pembukaan, dan Topix naik 0,24%. Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik dibuka lebih tinggi karena investor mengamati panggilan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Dilaporkan, Trump dan Xi Jinping telah melangsungkan pembicaraan selama 90 menit pada Kamis (5/6/2025) waktu setempat dan sepakat bahwa pejabat dari AS dan Tiongkok akan segera bertemu untuk melanjutkan negosiasi tarif dagang.

Melansir CNBC International, Jumat (6/6/2025) indeks saham Nikkei Jepang 225 naik 0,14% pada pembukaan, dan Topix naik 0,24%.

Kemudian indeks Kospi Korea Selatan memperpanjang kenaikan hingga melonjak 1,49%, dan Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 0,8%.

Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia naik 0,04% lebih tinggi.

Sedangkan kontrak berjangka untuk Indeks Hang Seng Hong Kong berada pada 23.822, mengarah ke pembukaan yang lebih rendah. Indeks Hang Seng ditutup pada level 23.906,97 pada sesi sebelumnya.

“Perjanjian AS-Tiongkok untuk meredakan ketegangan, dan panggilan telepon baru-baru ini antara Trump dan Xi, menunjukkan kedua negara memiliki 'ambang batas kesulitan ekonomi," kata Luke Yeaman, kepala ekonom dan kepala ekonomi global serta riset pasar di Commonwealth Bank.

“Dalam jangka panjang, keduanya akan terus mendorong kemandirian ekonomi yang lebih besar,” bebernya.

Wall Street 

Sementara itu, tiga indeks saham utama di AS ditutup lebih rendah.

S&P 500 mencatat penurunan didorong oleh penurunan saham pembuat kendaraan listrik Tesla. Indeks pasar umum turun 0,53% dan ditutup pada 5.939,30, sementara Nasdaq Composite turun 0,83% dan ditutup pada 19.298,45.

Adapun Dow Jones Industrial Average turun 108 poin, atau 0,25%, dan ditutup pada 42.319,74.

 

IHSG 5 Juni 2025 Ditutup Naik 0,63%

Pekerja melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/7/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan Kamis (5/6), menjelang libur panjang IdulAdha 2025.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 0,63% ke posisi 7.113,42. Indeks LQ45 mendaki 0,64% ke posisi 801,70. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.136,64 dan level terendah 7.083,89. Sebanyak 332 saham memerah sehingga bebani IHSG. 279 saham menguat dan 197 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.337.598 kali dengan volume perdagangan 23 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,4 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 16.280. Investor asing jual saham Rp 720,6 miliar jelang libur panjang.

 

Sektor Saham

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Mayoritas sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham basic. Sektor saham basic melonjak 1,74%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,68% dan sektor saham energi menanjak 0,50%. Lalu sektor saham industri naik 0,22%, sektor saham keuangan bertambah 0,07%, sektor saham properti mendaki 0,25%, dan sektor saham teknologi menanjak 0,29%.

Sementara itu, sektor saham kesehatan turun 1,07%, dan catat penurunan terbesar. Sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,46%, sektor saham infrastruktur melemah 0,07% dan sektor saham transportasi tergelincir 0,04%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya