Akting Luna Maya Di Jalan Pulang: Perjuangan Ibu dalam Film Horor Terbaru

Luna Maya Jalan Pulang mengisahkan perjuangan seorang ibu menyelamatkan putrinya dari penyakit misterius.

oleh Aditia SaputraDiterbitkan 06 Juni 2025, 06:00 WIB
Lihat di sini tampilan Luna Maya di gala premiere Jalan Pulang. [@lunamaya].

Liputan6.com, Jakarta Aktris Luna Maya kembali menunjukkan kemampuannya dalam film horor terbaru berjudul "Jalan Pulang" yang disutradarai oleh JeroPoint. Dalam film ini, Luna berperan sebagai Lastini, seorang ibu dari tiga anak yang berjuang untuk menyembuhkan putri bungsunya, Arum, dari penyakit misterius yang diduga akibat kutukan. "Cerita film ini bagus, semua adegannya menantang," ungkap Luna Maya saat ditemui di Plaza Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Film yang diproduksi oleh Leo Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 19 Juni 2025. Selain Luna Maya, film ini juga dibintangi oleh aktris horor lainnya seperti Taskya Namya dan Shareefa Daanish, serta aktor-aktor ternama seperti Teuku Rifnu Wikana, Sujiwo Tejo, dan Kiki Narendra. Dengan jajaran pemain yang kuat, film ini diharapkan dapat menarik perhatian penonton.

Dalam "Jalan Pulang", perjalanan Lastini digambarkan sebagai sebuah "road story" yang berbeda dari film horor kebanyakan yang biasanya terfokus pada satu lokasi. Luna Maya mengaku tertarik dengan konsep cerita ini karena unsur perjalanan dan pencarian jawaban yang unik. "Saya merasa ini adalah pengalaman baru dan menarik dalam karier saya," tambahnya.


Perjuangan Lastini Menyelamatkan Arum

Aktris Luna Maya kembali beradu akting dalam film horor terbaru, Jalan Pulang, yang mengisahkan perjuangan emosional seorang ibu menyelamatkan anaknya dari kekuatan supranatural. (dok. istimewa)

Film "Jalan Pulang" mengisahkan perjuangan Lastini dalam mencari jawaban atas penyakit misterius yang diderita putrinya, Arum, yang diperankan oleh Saskia Chadwick. Penyakit ini diyakini bukan hanya gangguan medis, melainkan akibat kekuatan gaib yang mengancam keselamatan Arum. Dalam pencariannya, Lastini harus menghadapi berbagai rintangan dan misteri yang menguji ketahanan mental dan fisiknya.

Lastini, sebagai sosok ibu, menggambarkan cinta dan pengorbanan yang dalam untuk anaknya. Dalam proses pencarian jawaban, ia harus berhadapan dengan berbagai situasi menegangkan yang membuat penonton terjaga di kursi mereka. Kisah ini tidak hanya menyajikan elemen horor, tetapi juga menggugah emosi penonton melalui hubungan ibu dan anak yang kuat.

Dengan latar belakang yang beragam, film ini menyajikan pengalaman menonton yang berbeda. Penonton akan diajak untuk merasakan ketegangan dan misteri yang menyelimuti perjalanan Lastini dalam menyelamatkan putrinya.


Adegan Menantang di Sungai

Salah satu adegan tersulit yang dihadapi Luna Maya adalah saat ia harus berakting di tengah hutan dan aliran sungai yang sangat deras. "Adegan di sungai itu dari pagi sampai pagi, itu hari terakhir syuting dan semakin malam airnya semakin deras," ungkap Luna. Ia harus melawan rasa dingin yang menusuk tulang karena harus basah kuyup semalaman demi totalitas peran.

Lanjut Baca:

Adegan ini melibatkan banyak emosi dan fisik, di mana Luna harus berjuang untuk tetap fokus meskipun kondisi cuaca yang tidak bersahabat. "Semalaman itu basah-basahan," tambahnya. Tantangan ini menjadi pengalaman berharga bagi Luna, yang merasa puas dengan hasil kerja kerasnya. Kolaborasi dengan aktor lain seperti Saskia Chadwick dan Sujiwo Tejo menambah kompleksitas syuting. Mereka saling mendukung untuk menghasilkan adegan yang autentik dan memukau, sehingga penonton dapat merasakan ketegangan yang ada dalam cerita.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya