Karyawan Tiktok Shop Bakal Kena PHK, Menaker Bilang Begini

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli buka suara terkait kabar adanya rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para karyawan Tiktok Shop di Indonesia.

oleh Septian DenyDiperbarui 01 Juli 2025, 00:51 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Dok kemnaker

Liputan6.com, Jakarta Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli buka suara terkait kabar adanya rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para karyawan Tiktok Shop di Indonesia.

Dia mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terkait rencana PHK yang dilakukan perusahaan asal China tersebut.

"Nanti kita kaji," kata Yassierli kepada media, Jakarta, Kamis (5/6).

Sebagaimana diketahui, anak usaha e-commerce milik ByteDance itu memangkas beberapa ratus posisi dalam rangka efisiensi biaya. Imbas dari akuisisi Tokopedia tahun lalu.

Mengutip Bloomberg, Rabu (4/6), menurut sumber yang mengetahui proses ini, langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) mencakup berbagai divisi strategis, mulai dari logistik, operasional, pemasaran, hingga pergudangan. Sumber tersebut juga menyebutkan, gelombang PHK berikutnya diperkirakan akan terjadi pada Juli tahun ini.

Langkah ini menandai fase konsolidasi pasca-merger dua entitas besar di industri e-commerce Tanah Air: TikTok Shop dan Tokopedia. Setelah penggabungan tersebut, total jumlah karyawan dari kedua perusahaan kini diperkirakan sekitar 2.500 orang di Indonesia.

ByteDance, induk TikTok asal Tiongkok, tengah berupaya mengatur ulang struktur operasionalnya di Indonesia demi meningkatkan efisiensi dan daya saing. Terlepas dari itu, Juru bicara TikTok menyebut pasca merger ini perusahaan rutin mengevaluasi kebutuhan bisnis.

“Kami secara rutin mengevaluasi kebutuhan bisnis dan melakukan penyesuaian untuk memperkuat organisasi serta memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna. Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan,” jelas juru bicara Tiktok.

 

Reporter: Siti Ayu Rachma

Sumber: Merdeka.com

Menaker Siap Ungkap Data Pelamar yang Diterima Lewat Job Fair

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di acara deklarasi 'Stop Percaloan: Membangun Komitmen Bersama untuk Rekruitmen Tenaga Kerja yang Adil dan Transparan' di Karawang International Industry City (KIIC) Karawang, Jawa Barat, Senin (24/3/2025).

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menyiapkan pelaporan data terkait jumlah pelamar yang berhasil diterima kerja melalui bursa kerja atau job fair. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kritik publik yang menilai job fair hanya sebatas formalitas tanpa hasil konkret.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan peserta job fair. “Kemarin saya udah tanya dari 92 perusahaan, ada sekian lowongan… ada yang sudah wawancara sekian dan ada yang sudah diterima,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Menurut Yassierli, anggapan bahwa job fair hanyalah formalitas tidak sepenuhnya benar. “Ungkapan bahwa Joper itu formalitas menurut saya kurang pas lah,” tegasnya. Ia menekankan bahwa lowongan kerja yang tersedia dalam job fair memang riil dan sedang dalam proses perekrutan.

Proses verifikasi data pelamar yang diterima kerja membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan, karena harus melalui tahapan administrasi hingga wawancara.

“Mereka butuh waktu… biasanya butuh waktu sekitar 1–2 bulan,” jelas Yassierli.

Job Fair Bekasi Pasti Kerja Expo Banjir Peminat

Pencari kerja mencari informasi lowongan pekerjaan saat acara Job Fair di kawasan Jakarta, Rabu (27/11/2019). Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, ribuan pencari kerja antusias mendatangi Job Fair Bekasi Pasti Kerja Expo yang digelar Pemerintahan Kabupaten Bekasi di Presiden University Convention Center Jababeka Cikarang, pada Selasa (27/5/2025).

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mengatakan, tingginya antusiasme warga yang mendatangi Job Fair menjadi tantangan untuk terus berupaya menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Bekasi.

"Dengan banyaknya peserta yang datang, jelas terlihat bahwa kebutuhan akan lapangan kerja sangat besar. Ke depan, kami akan membuka Job Fair gelombang berikutnya dengan kapasitas yang lebih besar,” ujar Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang dikutip Rabu (28/5/2025).

Job Fair ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Asep Surya Atmaja, Ketua DPRD, serta unsur Forkopimda, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat, menandakan sinergi lintas sektor dalam upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Bekasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya