Nasib Trotoar di Jakarta, Dikuasai Pedagang Kaki Lima dan Jadi Perlintasan Pengendara Motor

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 04 Juni 2025, 19:15 WIB
Nasib Trotoar di Jakarta, Dikuasai Pedagang Kaki Lima dan Jadi Perlintasan Pengendara Motor
Trotoar merupakan salah satu fasilitas publik yang sudah seharusnya aman, nyaman, dan layak digunakan oleh masyarakat pejalan kaki. Namun, tidak semua trotoar layak digunakan oleh pejalan kaki. Tak sedikit trotoar di Jakarta dikuasai oleh pihak lain di luar peruntukannya, seperti menjadi lokasi parkir motor maupun temoat berdagang para pedagang kaki lima. Bahkan tidak jarang, pejalan kaki harus bermanuver naik turun atau menghindari barang dagangan atau motor yang menghalangi jalan mereka. Banyaknya pedagang yang memanfaatkan trotoar untuk menjajakan barang atau berjualan serta pengendara motor untuk memarkir kendaraannya membuat trotoar menjadi sempit dan tidak nyaman bagi pejalan kaki. Kondisi tersebut mengganggu kenyamanan dan keselamatan para pejalan kaki. Trotoar di Jakarta harus kembali berfungsi sebagai jalur aman bagi pejalan kaki untuk berlalu-lalang tanpa terganggu oleh kendaraan bermotor.
Pedagang hewan kurban memenuhi ruas pedestrian atau trotoar di salah satu jalan di Jakarta, Rabu (4/6/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Trotoar merupakan salah satu fasilitas publik yang sudah seharusnya aman, nyaman, dan layak digunakan oleh masyarakat pejalan kaki. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Namun, tidak semua trotoar layak digunakan oleh pejalan kaki. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Namun, tidak semua trotoar layak digunakan oleh pejalan kaki. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Bahkan tidak jarang, pejalan kaki harus bermanuver naik turun atau menghindari barang dagangan atau motor yang menghalangi jalan mereka. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Tak sedikit trotoar di Jakarta dikuasai oleh pihak lain di luar peruntukannya, seperti menjadi lokasi parkir motor maupun temoat berdagang para pedagang kaki lima. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Kondisi tersebut mengganggu kenyamanan dan keselamatan para pejalan kaki. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Banyaknya pedagang yang memanfaatkan trotoar untuk menjajakan barang atau berjualan serta pengendara motor untuk memarkir kendaraannya membuat trotoar menjadi sempit dan tidak nyaman bagi pejalan kaki. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengendara sepeda motor yang suka melaju di atas jalur trotoar, yang semestinya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki, untuk melawan arah arus lalu lintas, juga menjadi masalah tersendiri di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Trotoar di Jakarta harus kembali berfungsi sebagai jalur aman bagi pejalan kaki untuk berlalu-lalang tanpa terganggu oleh kendaraan bermotor. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya