Alasan Bruno Fernandes Pilih Bertahan di MU: Dengarkan Saran Istri

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, mengungkapkan alasan di balik keputusannya menolak tawaran fantastis dari klub raksasa Arab Saudi, Al Hilal.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 04 Juni 2025, 17:12 WIB
Gelandang Manchester United (MU), Bruno Fernandes, berhasil mencetak hattrick ke gawang Real Sociedad dalam leg kedua 16 besar Liga Europa 2024/2025 di Old Trafford, Jumat (14/3/2025) dini hari WIB. MU menang telak 4-1 dalam pertandingan ini. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, mengungkapkan alasan di balik keputusannya menolak tawaran fantastis dari klub raksasa Arab Saudi, Al Hilal.

Meski tawaran itu menjanjikan kenaikan gaji lebih dari tiga kali lipat, Fernandes memilih tetap bertahan di Old Trafford—dan rupanya, sang istri memegang peranan kunci dalam keputusan tersebut.

Dalam konferensi pers bersama Timnas Portugal, Fernandes membenarkan bahwa dirinya sempat didekati langsung oleh Presiden Al Hilal. Klub asal Timur Tengah itu menawarkan kontrak bebas pajak berdurasi tiga tahun dengan nilai mencapai £200 juta (sekitar Rp4 triliun).

"Ada pembicaraan, Presiden Al Hilal menelepon saya sekitar sebulan yang lalu," ujar gelandang berusia 30 tahun itu. "Saya mempertimbangkannya, terbuka jika memang Manchester United merasa sudah waktunya bagi saya untuk pergi."


Cerita Bruno Fernandes

Gelandang Manchester United asal Portugal #08, Bruno Fernandes, memberi isyarat selama pertandingan Fase Europa League UEFA antara Manchester United dan Bodoe/Glimt di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Jumat dini hari WIB (29/11/2024). (Oli SCARFF/AFP)

Namun, keputusan itu tak dibuat sendirian. Fernandes mengaku berdiskusi dengan pelatih United, Ruben Amorim, yang secara pribadi berusaha membujuknya untuk tetap tinggal. Tak kalah penting, sang istri, Ana, turut memberikan sudut pandang yang membuatnya kembali menata prioritas.

“Istri saya yang akhirnya membuat saya menyadari bahwa ambisi profesional harus didahulukan. Saya tidak pernah berkata ‘ya’ atau ‘tidak’, tapi dia yang membantu saya melihat lebih jernih,” ujar Fernandes.

Fernandes juga menyebutkan bahwa faktor kenyamanan—seperti keberadaan teman dekatnya Ruben Neves dan Joao Cancelo di Arab Saudi—sempat membuatnya tergoda. Namun, semangat untuk terus bersaing di level tertinggi dan hasrat bermain di ajang-ajang besar menjadi alasan utama ia bertahan di Eropa.

“Saya masih merasa mampu berkompetisi di level tertinggi. Saya masih sangat mencintai sepak bola, dan saya bahagia dengan keputusan ini,” tegasnya.


Loyalitas Bruno Fernandes

Gol Bruno Fernandes dari titik putih berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-88. Dua menit kemudian, Amad Diallo mencetak gol kemenangan yang sensasional di akhir pertandingan untuk Manchester United, juara Liga Inggris 20 kali itu. (Paul ELLIS/AFP)

Musim ini memang bukan periode terbaik dalam sejarah Manchester United. Tim asuhan Ruben Amorim itu mengakhiri musim dengan kegagalan di final Liga Europa melawan Tottenham. Meski begitu, Fernandes tetap menunjukkan loyalitasnya.

“Saya selalu jujur. Selama klub belum mengatakan bahwa waktunya saya pergi, saya akan tetap di sini. Tapi jika suatu saat mereka ingin berpisah karena alasan apa pun, saya siap menerimanya,” tambahnya.

Fernandes, yang kontraknya bersama Manchester United masih berlaku hingga musim panas 2027, menjadi sosok vital di tengah masa sulit klub. Sebagai bagian dari strategi membangun ulang skuad, United juga telah resmi merekrut gelandang serang Wolves, Matheus Cunha, dengan biaya £62,5 juta.

Sumber: The Sun

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya