Transformasi Pemasaran Dongkrak Penjualan Obat PEHA

PT Phapros Tbk. (PEHA) berhasil transformasi strategi pemasaran, penguatan portofolio produk, serta pemanfaatan media digital. Apa buktinya?

oleh Ilyas Istianur PradityaDiperbarui 04 Juni 2025, 17:01 WIB
PT Phapros Tbk. (PEHA) mencatatkan lonjakan penjualan signifikan

Liputan6.com, Jakarta PT Phapros Tbk. (PEHA) mencatatkan lonjakan penjualan signifikan pada segmen obat over the counter (OTC) sebesar 79% secara tahunan (YoY) pada kuartal I/2025, menjadi Rp43 miliar dari sebelumnya Rp24 miliar pada periode sama 2024.

Keberhasilan ini didorong oleh transformasi strategi pemasaran, penguatan portofolio produk, serta pemanfaatan media digital.

“Sejak awal 2025, kami memperkuat pasar OTC, memaksimalkan saluran digital, dan mengikuti berbagai tender nasional dan regional. Hasilnya, segmen OTC menjadi kontributor utama pertumbuhan,” ujar Plt. Direktur Utama PEHA, Ida Rahmi Kurniasih, Selasa (3/6/2025).

Produk OTC unggulan PEHA mencakup Antimo Group, Becefort, Livron B Plex, dan Noza.

Selain itu, segmen obat resep (etikal) di pasar reguler, termasuk rumah sakit pemerintah dan swasta, juga tumbuh 40% YoY.

Secara total, penjualan PEHA pada kuartal I/2025 naik 17,32% YoY menjadi Rp200,67 miliar, didorong juga oleh peningkatan laba bruto 22% dan lonjakan laba usaha 118%.

Fokus Produk Bermargin Tinggi dan Inovasi R&D

PEHA menjalankan strategi seleksi produk untuk fokus pada portofolio dengan margin tinggi. Dari sekitar 200 Nomor Izin Edar, perusahaan kini memprioritaskan 54 produk utama.

“Langkah ini membuat biaya riset, pemasaran, dan modal kerja menjadi lebih efisien,” kata Ida.

 

Inovasi Produk

PT Phapros Tbk. (PEHA) mencatatkan lonjakan penjualan signifikan

Inovasi produk juga terus diperkuat. PEHA meluncurkan obat anti tuberkulosis (OAT) Kategori 1 Dosis Harian yang telah lolos uji klinis dan mendapat izin edar dari BPOM.

Produk ini sudah berkontribusi positif terhadap penjualan melalui tender pemerintah dan akan segera diluncurkan untuk pasar reguler.

“Produk baru untuk pengobatan TB yang diperoleh NIE-nya pada pertengahan 2024 telah berkontribusi positif terhadap pertumbuhan PEHA. Kami juga akan segera meluncurkan produk inovatif lainnya baik untuk segmen etikal, OTC, maupun generik berlogo,” jelas Ida.

 

Efisiensi Biaya Dorong Kinerja Positif

PT Phapros Tbk. (PEHA) mencatatkan lonjakan penjualan signifikan

Strategi efisiensi biaya berdampak positif terhadap kinerja keuangan PEHA. Harga Pokok Penjualan (HPP) turun 1,8% menjadi 55,6%, sementara beban usaha turun 7% menjadi Rp89,17 miliar. Biaya pemasaran dan distribusi dipangkas 11%, dan biaya administrasi serta umum turun 5%.

Langkah-langkah ini membuat PEHA mencatatkan laba usaha sebesar Rp3,64 miliar pada kuartal I/2025, berbalik dari rugi Rp19,29 miliar pada periode sama tahun lalu. “Kami akan terus bekerja keras dan optimistis kinerja PEHA tahun 2025 akan tumbuh positif,” tegas Ida.

Neraca Keuangan Membaik, Kas Menguat

Selain pertumbuhan penjualan, PEHA juga berhasil menurunkan liabilitas jangka pendek sebesar 17% dan meningkatkan aset menjadi Rp1,47 triliun. Arus kas perusahaan juga solid dengan kas dan setara kas per 31 Maret 2025 mencapai Rp51,65 miliar, naik drastis dari Rp6,17 miliar pada 2024.

“Setelah menjalankan berbagai strategi di awal tahun 2025, kami merasa telah berada di jalur yang tepat. Dengan sinergi seluruh pihak, kami yakin target pertumbuhan penjualan minimal 15% di tahun 2025 akan tercapai,” tutup Ida.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya