Midsommar: Festival Musim Panas Swedia yang Penuh Cinta, Tawa, dan Kehangatan

Tradisi Midsommar ini menandai datangnya musim panas dan biasanya digelar bertepatan dengan hari terpanjang dalam setahun, ketika matahari bersinar lebih lama dari biasanya.

oleh Nila Chrisna YulikaDiperbarui 04 Juni 2025, 04:12 WIB
Perayaan Midsommar atau Midsummer yang diselenggarakan saat Democratic Design Days, IKEA di Swedia. (Nila Chrisna).

Liputan6.com, Swedia - Midsommar atau Midsummer merupakan salah satu festival paling penting dan meriah yang dirayakan di negara-negara Skandinavia, terutama di Swedia. Tradisi ini menandai datangnya musim panas dan biasanya digelar bertepatan dengan hari terpanjang dalam setahun, ketika matahari bersinar lebih lama dari biasanya.

Tahun ini, Liputan6.com berkesempatan merasakan langsung kehangatan perayaan Midsommar di Almhult, Swedia, dalam rangkaian acara Democratic Design Days 2025 yang diselenggarakan oleh IKEA, pada Selasa, 3 Juni 2025.

Bukan tanpa alasan Midsommar dijuluki sebagai hari terpanjang dalam setahun. Di Swedia bagian selatan, seperti Almhult, matahari baru mulai terbenam sekitar pukul 10 hingga 11 malam. Bahkan saat jarum jam menunjukkan pukul 9 malam, sinar matahari masih terasa terik dan terang benderang.

Perayaan Midsommar kali ini digelar di sebuah tempat seperti lumbung yang telah ditata sedemikian cantik di tengah hutan Swedia, tidak jauh dari "jantung kota" IKEA. Ratusan jurnalis dari berbagai penjuru dunia, termasuk Liputan6.com, disambut hangat oleh dengan minuman segar berbahan dasar buah-buahan.

Mahkota Bunga dan Tradisi yang Sarat Makna

Merangkai mahkota bunga saat perayaan Midsommar atau Midsummer yang diselenggarakan saat Democratic Design Days, IKEA di Swedia. (Nila Chrisna).

Salah satu tradisi ikonik dalam perayaan Midsommar adalah membuat mahkota bunga. Mahkota ini dirangkai dari bunga liar yang dipetik langsung dari alam, lalu dikenakan terutama oleh para wanita sebagai simbol keindahan musim panas dan kedekatan dengan alam.

Konon, jika seseorang menyimpan tujuh jenis bunga di bawah bantal dan mengucap permohonan, maka harapan tersebut akan terkabul.

Kemeriahan semakin terasa ketika para peserta diajak menyaksikan dan ikut serta dalam tarian tradisional Swedia. Salah seorang penari bernama Matila menjelaskan bahwa dansa ini adalah bagian dari budaya bersenang-senang masyarakat Swedia saat musim panas tiba.

"Dansanya tidak memiliki arti yang lebih dalam, itu lebih seperti cara orang untuk bersenang-senang bersama, mungkin juga melakukan flirting saya rasa ya, banyak sekali flirting. Biasanya di acara dansa ini kami akan bertemu banyak orang dan komunitas dan kamu bisa bertemu cintamu," kata Matila.

Selain menari, para tamu juga diajak ikut serta dalam berbagai permainan rakyat yang seru, mulai dari lempar bola, mini golf, hingga tarian dengan gerakan lucu yang mengundang gelak tawa.

Makan Malam Khas Swedia

Makan Malam saat perayaan Midsommar. (Nila Chrisna).

Midsommar juga dikenal sebagai perayaan tradisi pangan, bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Di acara ini, para tamu dimanjakan dengan hidangan khas Swedia seperti salmon asap, dada ayam, kentang rebus, hingga aneka minuman beralkohol yang disajikan untuk menghangatkan tubuh.

Meski matahari bersinar terang, suhu udara di Swedia tetap terasa dingin. Maka, minuman hangat dan atmosfer akrab antarjurnalis dan warga lokal menjadikan suasana semakin berkesan.

Liputan6.com merasakan langsung bagaimana tradisi kuno ini menyatukan orang-orang dari berbagai budaya dalam semangat yang sama: merayakan kehidupan, alam, dan kebersamaan.

Infografis Tradisi Makan Bersama dari Berbagai Daerah di Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya