UEFA Ubah Aturan: Tim Terbaik Kini Dapat Keunggulan Kandang di Semua Babak Gugur Liga Champions

UEFA mengubah aturan Liga Champions, memberikan keunggulan kandang di semua babak gugur kepada tim dengan peringkat tertinggi di fase liga.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 04 Juni 2025, 01:31 WIB
Trofi Liga Champions (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Liputan6.com, Jakarta UEFA telah mengumumkan perubahan signifikan dalam format Liga Champions yang akan mulai diterapkan pada musim 2025/26. Perubahan ini bertujuan untuk memberikan keuntungan tambahan bagi tim-tim yang tampil konsisten selama League Phase alias Fase Liga.

Sebelumnya, keunggulan kandang di leg kedua hanya diberikan kepada tim yang finis di delapan besar fase liga pada babak 16 besar. Namun, mulai musim depan, aturan ini akan diperluas hingga ke babak perempat final dan semifinal.

Langkah ini diambil setelah adanya kritik terhadap sistem sebelumnya, di mana tim dengan peringkat lebih tinggi tidak selalu mendapatkan keuntungan bermain di kandang pada leg kedua babak gugur.


Latar Belakang Perubahan

Pemain Paris Saint-Germain (PSG) melakukan selebrasi usai menjuarai Liga champions 2024/2025 di Stadion Allianz Arena, Minggu (01/06/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Matthias Schrader)

Perubahan ini dipicu oleh kejadian di musim 2024/25, di mana tim-tim seperti Arsenal dan Barcelona, meskipun finis di posisi tiga besar fase liga, harus bermain tandang pada leg kedua semifinal dan akhirnya tersingkir. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keadilan sistem yang ada.

Dengan aturan baru, tim yang finis di posisi lebih tinggi akan mendapatkan keuntungan bermain di kandang pada leg kedua di semua babak gugur, bukan hanya di babak 16 besar. Ini diharapkan dapat memberikan insentif tambahan bagi tim untuk berjuang meraih posisi setinggi mungkin di fase liga.

Perubahan ini juga mencerminkan upaya UEFA untuk meningkatkan kompetisi dan memberikan penghargaan kepada konsistensi performa tim sepanjang turnamen.


Dampak dan Implikasi

Penyerang Paris Saint-Germain asal Prancis Bradley Barcola (kiri) menjegal penyerang Liverpool asal Mesir Mohamed Salah (kanan) selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (Prancis) dan Liverpool (Inggris) di stadion Parc des Princes di Paris pada tanggal 5 Maret 2025.FRANCK FIFE / AFP

Dengan diberlakukannya aturan baru ini, tim-tim akan lebih termotivasi untuk meraih posisi tertinggi di fase liga, karena keunggulan kandang di leg kedua dapat menjadi faktor penentu dalam pertandingan babak gugur.

Selain itu, perubahan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pertandingan, karena tim-tim akan berusaha keras untuk finis di posisi atas demi mendapatkan keuntungan tambahan di babak selanjutnya.

Namun, beberapa pihak mungkin melihat perubahan ini sebagai keuntungan yang terlalu besar bagi tim-tim elit, yang sudah memiliki sumber daya dan skuad yang lebih kuat.

UEFA memastikan bahwa perubahan ini tidak mengurangi keseimbangan kompetisi dan tetap memberikan peluang bagi tim-tim dari berbagai latar belakang untuk bersaing secara adil.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya