Liputan6.com, Jakarta - Kapendam IV Diponegoro, Letnan Kolonel Inf Andy Soelistyo menjelaskan sebuah video viral di media sosial menunjukkan ketegangan antara anggota Yonif OZ dan rombongan ormas Pemuda K'bah di ruas jalan menuju markas Yonif di Magelang.
Konvoi anggota ormas itu mengganggu pengendara lainnya hingga memenuhi seluruh badan jalan. Alhasil, anggota pun turun untuk menertibkan.
Advertisement
Saat sejumlah anggota Yonif turun untuk menertibkan lalu lintas, tiba-tiba terjadi provokasi. Salah satu anggota ormas terlihat menghampiri dan menendang pintu mobil Yonif, disertai umpatan.
"Benar anggota ada dari Babinsa turun mengamankan situasi agar tidak ada kontak balas. Jadi yang menendang anggota ormas dulu, sambil maki-maki," ujar Kapendam IV Diponegoro, Letnan Kolonel Inf Andy Soelistyo.
Meski sempat memanas, anggota Yonif yang hendak merespons ditahan oleh Babinsa agar tidak terjadi tindakan balasan.
"Oleh anggota yang mau keluar ditahan oleh anggota Babinsa," tegasnya.
Truk dari Kodim 0708 Purworejo kemudian melintas di lokasi dan mengimbau agar kendaraan Yonif melanjutkan perjalanan secara beriringan, untuk mengantisipasi eskalasi situasi.
"Jadi anggota ditahan untuk tidak keluar," tambah Andy.
Sebagai langkah penyelesaian, mediasi telah dilakukan antara pihak ormas dan aparat di Polres Kabupaten Magelang pada Senin (2/6).
"Hari ini mediasi di Polres Kabupaten Magelang dihadiri pimpinan ormas, dan Pemkab Magelang," pungkasnya.
Viral
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial menunjukkan ketegangan antara anggota Yonif OZ dan rombongan ormas Pemuda K'bah di ruas jalan menuju markas Yonif di Magelang.
Insiden itu terekam dan diunggah oleh akun Instagram @infokomando.official.
Dalam video tersebut, mobil anggota Yonif OZ jenis Isuzu D-Max nyaris bentrok dengan konvoi ormas yang disebut menghambat laju kendaraan dan memenuhi seluruh badan jalan.
Sumber: Merdeka.com