Liputan6.com, Jakarta - Kepemimpinan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa terus mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan. Terbukti, Khofifah sukses membangun Jatim dengan mengutamakan prinsip demokrasi dan keadilan.
Pengamat Politik Universitas Indonesia, Meidi Kosandi menyatakan, kepemimpinan Khofifah dari periode pertama hingga kedua bisa dinilai dari beragam aspek. Mulai dari politik, ekonomi, dan sosio-kultural.
Advertisement
“Secara politik, Khofifah menerapkan kepemimpinan demokratis, dalam arti menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik lalu memimpin dan membangun dengan adil untuk semua kelompok,” kata Meidi.
Ia melanjutkan, di bidang ekonomi, pencapaian Khofifah sulit ditandingi oleh kepala daerah manapun. Terbukti, dari capaian pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5 persen melebihi raihan di tingkat nasional.
“Secara ekonomi, kinerja pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah dapat dikatakan cukup baik berdasarkan indikator-indikator ekonomi makro. Pembangunan dan pengaturan infrastruktur juga banyak mengalami kemajuan,” sambungnya.
Dorong Peranan Perempuan Lebih Mandiri
Tak kalah hebatnya, Khofifah terus mendorong peranan perempuan agar lebih mandiri dan berdaya untuk ekonomi Jatim. Meidi menilai, langkah tersebut sangat tepat mendorong pemberdayaan perempuan khususnya di Jatim.
“Sedangkan secara sosio-kultural, perhatian pada pembangunan budaya dan pemberdayaan perempuan merupakan hal-hal yang menonjol yang didemonstrasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah,” ucapnya.
Maka dari itu, Meidi menegaskan, terjadi peningkatan signifikan dengan kepemimpinan Khofifah, baik di periode pertama dan periode kedua. Ia meyakini, Khofifah terus berbenah dan berkomitmen membawa Jatim lebih maju dan berprestasi.
“Sehingga, secara umum Khofifah dapat dikatakan sejauh ini telah memimpin dengan cukup baik,” tandasnya.