Benarkah Kucing Bisa Mengenali Bau Manusia? Ini Temuan Ilmiahnya

Para peneliti mengamati perilaku 30 ekor kucing untuk mendapatkan temuan ini.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 03 Juni 2025, 20:40 WIB
Ilustrasi wanita memeluk kucing kesayangan (Sumber: Pexels/alina skazka)

Liputan6.com, Tokyo - Penelitian terbaru dari Universitas Pertanian Tokyo mengungkap fakta menarik tentang kucing rumahan. Ternyata, kucing mampu membedakan antara bau pemiliknya dan bau orang asing.

Temuan ini memperkuat bukti bahwa indra penciuman kucing tidak hanya tajam, tetapi juga digunakan untuk mengenali manusia di sekitarnya, dikutip dari laman BBC, Selasa (3/6/2025).

Dalam studi yang dipublikasikan baru-baru ini, para peneliti mengamati perilaku 30 ekor kucing saat diberi tiga jenis tabung plastik: satu berisi kapas dengan bau pemiliknya, satu lagi berisi bau orang asing yang belum pernah mereka temui, dan satu tabung kosong sebagai kontrol.

Hasilnya? Kucing ternyata lebih tertarik untuk mengendus bau orang asing. Mereka menghabiskan waktu lebih lama mencium tabung yang berisi bau asing dibandingkan bau pemiliknya atau tabung kosong. Hal ini menunjukkan bahwa kucing bisa membedakan antara bau yang sudah dikenal dan yang asing.

Namun, apakah kucing bisa benar-benar mengenali bau spesifik milik pemiliknya? Para peneliti masih belum bisa memastikan hal itu. Menurut Hidehiko Uchiyama, salah satu penulis studi, eksperimen lanjutan perlu dilakukan dengan berbagai rangsangan bau dari beberapa orang yang dikenal kucing, untuk melihat apakah ada reaksi khusus yang hanya muncul saat mereka mencium bau pemiliknya.

Penelitian ini melengkapi sejumlah temuan sebelumnya yang menyebutkan bahwa kucing mampu mengenali suara pemiliknya, membaca ekspresi wajah untuk meminta makanan, hingga menyesuaikan perilaku berdasarkan emosi manusia yang mereka rasakan lewat bau.

Serenella d'Ingeo, peneliti dari Universitas Bari yang tidak terlibat dalam studi ini namun pernah meneliti respons kucing terhadap bau manusia, menyebutkan bahwa meski kucing menunjukkan reaksi berbeda terhadap bau familiar dan tidak familiar, kita belum bisa memastikan apa motivasi atau perasaan mereka.

"Kita tidak tahu apakah kucing merasa nyaman atau justru tegang saat mencium bau tertentu," jelasnya.

 

Studi Lanjutan

Ilustrasi kucing peliharaan (copyright Freepik)

Ia juga menambahkan bahwa ketika pemilik sendiri yang memberikan bau kepada kucing, maka situasi itu menjadi lebih kompleks. Sebab, bau si pemilik sudah menyatu dengan lingkungan, dan ketika bau asing hadir, hal itu bisa menjadi lebih menarik perhatian kucing.

Menariknya, para peneliti juga mengamati bahwa setelah mengendus tabung, beberapa kucing menggosokkan wajah mereka ke tabung tersebut—perilaku umum yang dilakukan kucing untuk menandai benda dengan bau tubuhnya. Ini menunjukkan bahwa mengendus bisa menjadi bagian dari eksplorasi sebelum mereka memberi tanda pada suatu objek.

Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa studi lanjutan masih dibutuhkan untuk benar-benar memahami apakah kucing bisa mengidentifikasi individu tertentu hanya dari baunya.

Infografis Vaksinasi PMK Hewan Ternak Digencarkan Jelang Idul Adha. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya