PP Presisi Alokasikan Laba Bersih 2024 untuk Penguatan Modal

PP Presisi sepanjang tahun 2024, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp3,7 triliun dengan laba bersih sebesar Rp194 miliar

oleh Ilyas Istianur PradityaDiperbarui 02 Juni 2025, 20:38 WIB
PT PP Presisi Tbk (PPRE) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2024.. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT PP Presisi Tbk (PPRE) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2024. Salah satu keputusan utama yang diambil dalam rapat tersebut adalah pengalokasian laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp90,34 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp4,52 miliar atau sekitar 5% ditetapkan sebagai cadangan wajib, sementara sekitar 95% sisanya atau Rp85,82 miliar dimasukkan ke dalam saldo laba ditahan untuk memperkuat modal kerja perusahaan.

Kinerja Solid Dorong Transformasi Bisnis

Direktur Utama PP Presisi, Arzan, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp3,7 triliun dengan laba bersih sebesar Rp194 miliar.

Capaian ini didorong oleh perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari jasa pertambangan sebesar 70% dan pekerjaan sipil sebesar 28%.

"Realisasi kinerja tahun ini mencerminkan keberhasilan transformasi bisnis PPRE, khususnya di lini jasa pertambangan yang kini menjadi motor utama pertumbuhan," Arzan menyatakan, Senin (2/6/2025).

Strategi ini dinilai sebagai fondasi kuat untuk ekspansi berkelanjutan ke depan.

 

Perombakan Manajemen Dorong Kepemimpinan Baru

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebagai bagian dari strategi memperkuat tata kelola dan kepemimpinan perusahaan, RUPST juga menyetujui perubahan struktur direksi dan dewan komisaris.

Jabatan Komisaris Utama kini dipegang oleh Narwanto, dengan dua komisaris lainnya yakni Maulana Malik Ibrahim dan Albert SM Simangunsong.

Di jajaran direksi, Rizki Dianugrah dipercaya sebagai Direktur Utama, didampingi oleh M. Arif Iswahyudi sebagai Direktur Keuangan & Human Capital Management, serta Yovi Hendra sebagai Direktur Pengelolaan Bisnis & Operasi.

Struktur baru ini diharapkan mampu mendorong kinerja perusahaan dan menciptakan nilai lebih bagi pemegang saham.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya