Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk pesan berantai.
Satu di antaranya pesan berantai berisi imbauan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menghindari daftar minuman ringan yang bisa menyebabkan wabah pengerasan otak hingga sumsum tulang belakang karena mengandung aspartam. Pesan berantaiย itu beredar pada 24 Mei 2025.
Advertisement
Berikut isi postingan pesan berantai tersebut:
"Tolong disebar luas kan dari RS FATMAWATI, RS RSCM,RS SILOAM & seluruhan jajaran Rumah Sakit dimana dia berada bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).Untuk itu, hindarilah minuman sbb:
๐1. Extra Joss,
๐2. M-150,
๐3. Kopi Susu Gelas (Granita),
๐4. Kiranti,
๐5. Krating Daeng,
๐6. Hemaviton,
๐7. Neo Hemaviton,
๐8. Marimas,
๐9. Segar Sari shachet,
๐10. Frutillo,
๐11. Pop Ice,
๐12. Segar Dingin Vit. C,
๐13. Okky Jelly Drink,
๐14. Inaco,
๐15. Gatorade,
๐16. Nabati,
๐17. Adem Sari,
๐18. Naturade Gold,
๐19. Aqua Splash Fruit.
Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang.agar diperhatikanNara sumber :Dr. H. Ismuhadi, MPH"
Namun setelah ditelusuri, pesan berantai yang berisi imbauan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menghindari daftar minuman ringan yang bisa menyebabkan wabah pengerasan otak hingga sumsum tulang belakang karena mengandung aspartam adalah hoaks. Faktanya, pesan berantai tersebut merupakan hoaks berulang. Hoaks itu pernah muncul pada 2010 lalu.
Baca selengkapnya di tautan berikut ini.
Selain daftar minuman sebabkan wabah pengerasan otak, terdapat pesan berantai hoaks lainnya yang telah ditelusuri selama sepekan. Berikut rangkumannya.
ย
Vaksin TBC Jadi Syarat Perjalanan Naik Pesawat
Beredar pesan berantai berisi klaim Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta semua penumpang pesawat agar vaksin TBC untuk mencegah penularan. Postingan itu beredar pada 23 Mei 2025.
Dalam postingannya terdapat foto Budi Gunadi Sadikin dengan narasi sebagai berikut:
"Semua penumpang yang akan naik pesawat agar sudah di vaksin TBC dan menunjukkan surat vaksin. tujuannya untuk mencegah penyebaran lewat udara," tulis pesan tersebut sembari memperlihatkan foto Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat sesi wawancara dengan wartawan.
Setelah ditelusuri, postingan Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta semua penumpang pesawat agar vaksin TBC untuk mencegah penularan adalah hoaks. Faktanya, tidak ada ada aturan wajib vaksin TBC untuk naik pesawat.
Baca selengkapnya di tautan berikut ini.
ย
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalamย International Fact Checking Network (IFCN)ย dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatifย cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautanย berikut ini.