5 Orang Terluka Usai Aksi Pawai Solidaritas Sandera Israel Dilempari Bom Molotov, FBI: Serangan Teror

Bagaimana penuturan saksi yang juga mengikuti pawai yang sama? Simak selengkapnya.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 02 Juni 2025, 07:56 WIB
Ilustrasi garis polisi. (Dok. AFP)

Liputan6.com, Washington, DC - Seorang pria ditahan di Colorado, Amerika Serikat (AS), setelah diduga sebagai pelaku serangan pada Minggu (1/6/2025) di Pearl Street Mall di Boulder. Lima orang terluka dalam serangan ini.

Saksi mata menuturkan pelaku melemparkan bom molotov kepada para korban, yang sedang mengikuti sebuah pawai yang diadakan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan untuk para sandera Israel yang masih ditahan di Gaza.

FBI menyebut peristiwa yang terjadi pada Minggu pukul 13.26 waktu setempat itu sebagai serangan teror dengan target spesifik, namun Kepala polisi Boulder Stephen Redfearn menilai masih terlalu dini untuk memastikan hal tersebut. Demikian seperti dilansir CBS News.

"Saya memantau situasi di Boulder dengan saksama dan pikiran saya tertuju pada orang-orang yang terluka dan terdampak oleh tindakan teror keji ini. Tindakan penuh kebencian dalam bentuk apapun tidak dapat diterima. Sambil menunggu informasi lebih lanjut, pemerintah negara bagian bekerja sama dengan aparat penegak hukum lokal dan federal untuk mendukung penyelidikan ini. Informasi lebih lanjut akan diberikan saat tersedia," ungkap Gubernur Colorado Jared Polis via platform media sosial X.

Run For Their Lives, yang mengorganisasi pawai tersebut, mengatakan, "Ini bukan protes; ini adalah pawai damai untuk menunjukkan solidaritas dengan para sandera dan keluarga mereka, serta permohonan agar mereka dibebaskan."

Kelompok ini berkumpul pukul 13.00 di persimpangan Pearl Street dan 8th Street untuk berjalan menyusuri Pearl Street Mall dan kembali dengan berhenti di pengadilan untuk membuat video.

Ed Victor, yang mengikuti pawai tersebut, menceritakan mereka mengadakan pawai hening setiap minggu untuk meningkatkan kesadaran tentang sandera yang masih berada di Gaza. Mereka berhenti di pengadilan untuk menyanyikan lagu, bercerita, dan membaca nama-nama para sandera setiap minggu. Dia mengatakan sekitar 30 orang mengikuti pawai pada saat serangan terjadi.

"Jadi, kami berdiri, berbaris di depan gedung pengadilan tua di Boulder, dan saya sebenarnya berada di sisi barat paling ujung. Ada seseorang di sana yang bahkan tidak saya perhatikan, meskipun dia cukup berisik, tapi saya hanya fokus pada tugas saya untuk tetap diam dan berbaris. Dan, dari sudut pandang saya, tiba-tiba saya merasakan panas. Semacam bom molotov dilemparkan. Av (peserta pawai lainnya) melihatnya, nyala api besar setinggi pohon, dan yang saya lihat hanyalah seseorang yang terbakar," tutur Victor.

Victor mengatakan mereka berusaha memadamkan api. Saat seorang peserta pawai lain yang memiliki pengalaman medis datang untuk merawat korban perempuan itu, Victor tetap tinggal bersama suaminya untuk menghiburnya. Dia mengatakan para relawan juga segera datang membantu.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya