KAI Bakal Operasikan 27 Trainset Baru secara Bertahap, Antisipasi Krisis KRL 2025

PT KAI Commuter berkomitmen selesaikan kekurangan armada pada semester II 2025. Hal ini upaya yang dilakukan.

oleh Tira SantiaDiperbarui 02 Juni 2025, 07:35 WIB
KAI Commuter kembali mendatangkan rangkaian KRL Baru TS No.6 dan TS No.7, atau rangkaian ke-3 dan ke-4 produksi CRRC Qingdao Sifang asal China. (Dok KAI)

Liputan6.com, Jakarta - PT KAI Commuter terus mengambil langkah strategis untuk mencegah potensi krisis armada commuter yang diperkirakan terjadi pada 2025. 

Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, mengungkapkan pihaknya telah resmi mengoperasikan Kereta Rel Listrik (KRL) baru tipe CLI-125 yang memiliki kapasitas angkut penumpang lebih besar dibandingkan armada sebelumnya.

"Mulai Juni ini akan bertahap, saat ini ada 3 trainset, nanti kurang lebih 3 minggu lagi kita akan operasikan lagi 2 trainset lagi, dan selanjutnya secara bertahap ya, sampai dengan 27 trainset,” kata Asdo saat ditemui di Stasiun Manggarai, ditulis Senin (2/6/2025).

Asdo juga menyampaikan upaya pengadaan armada baru ini telah dipersiapkan sejak 2022. Dukungan penuh dari pemegang saham, termasuk PT KAI, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) dulu, serta kementerian terkait lainnya, memungkinkan KAI Commuter untuk memesan kereta-kereta baru dengan teknologi terkini.

"Untuk mempersiapkan kereta-kereta baru ini mulai tahun 2022. Kemudian tahun 2023 kita mendapatkan support penuh dari pemegang saham, dari KAI, juga seluruh kementerian ya,” ujarnya.

Asdo menyampaikan, KRL tipe CLI-125 yang mulai beroperasi ini tiba di Indonesia pada 31 Januari 2025. Kereta tersebut dikontrak sejak 31 Januari 2024 dan telah melewati berbagai tahap uji, termasuk pengujian parameter, uji ketahanan sejauh minimal 4.000 kilometer, serta uji sertifikasi sesuai regulasi perkeretaapian. Setelah seluruh proses tersebut dilalui, kereta dinyatakan lulus dan layak operasi.

"Nah, di tahun 2023 yang sempat kami sampaikan sesuai dengan kajian kami bahwa akan terjadi krisis ya, krisis kekurangan armada di semester II tahun 2024 dan semester I-2025. Nah, ini kami menjawab apa yang pernah kami sampaikan di tahun sebelumnya, bahwa kita akan selesaikan kekurangan armada ini di semester II tahun 2025 ini,” ungkapnya.

 

 

Mampu Angkut 3.400 Penumpang Sekali Jalan

KAI Commuter kembali mendatangkan rangkaian KRL Baru TS No.6 dan TS No.7, atau rangkaian ke-3 dan ke-4 produksi CRRC Qingdao Sifang asal China. (Dok KAI)

Asdo mengatakan, kereta ini mampu mengangkut hingga 3.400 penumpang dalam satu kali perjalanan, atau meningkat sekitar 8 persen dari kapasitas kereta lama.

"Lebih banyak. Persentasenya kurang lebih 8 persen. Lebih banyak daripada yang lama. Makanya ini lebarnya kan beda ya. Ini dimensinya seperti kereta jarak jauh. Sesuai dengan peraturan yang ada di kereta api,” ujarnya.

Diharapkan, kehadiran armada baru ini bisa mengurangi kepadatan penumpang terutama di jam sibuk pagi (06.00–08.00) dan sore (16.00–20.00).

Kelebihan Commuter Baru

PT KAI Commuter resmi mengoperasikan sarana Kereta Rel Listrik (KRL) baru jenis CLI-125 atau KRL buatan China untuk melayani rute Bogor dan Cikarang. (dok: Tira)

Asdo mengatakan, sarana KRL baru ini mempunyai nomor seri KRL CLI-125, di mana CLI sendiri merupakan akronim dari Commuter Line Indonesia, sedangkan angka 1 menunjukkan sarana KRL baru generasi pertama yang dimiliki KAI Commuter, dan angka 25 merupakan tahun operasi sarana KRL tersebut.

Sarana KRL baru ini telah menggunakan teknologi terbaru yaitu Train Control Monitoring System (TCMS), yaitu sistem pengoperasian kereta dengan sistem terpusat yang dapat meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional dalam kereta. 

Sedangkan pada sistem pintu otomatis, KRL baru ini mengadopsi teknologi Anti Trap yang berfungsi untuk keselamatan dan mencegah potensi penumpang terjepit pintu otomatis.

KRL seri CLI-125 memiliki dimensi sekitar 20 meter untuk panjang dan 3 meter untuk lebar setiap keretanya, dan setiap rangkaian memiliki 12 kereta atau Stamformasi 12 (SF12). KRL baru ini memiliki desain eksterior yang bertemakan “Growing”, yaitu garis lengkung warna merah dan putih yang mengarah ke atas sebagai simbol untuk terus tumbuh dan meningkatkan layanan.

 

  

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya