Dukung Penutupan Permanen Tambang Batu Alam Cirebon, Ono Surono Dorong Evaluasi Tambang Galian C di Jawa Barat

Ia mengapresiasi keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menutup permanen kegiatan tambang batu alam di Gunung Kuda Cirebon

oleh Panji PrayitnoDiperbarui 01 Juni 2025, 13:51 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono saat meninjau lokasi tambang batu alam Gunung Kuda Cirebon. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Liputan6.com, Cirebon Insiden longsor gunung kuda Cirebon menjadi sorotan DPRD Provinsi Jawa Barat. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono sempat hadir memantau proses pencarian dan evakuasi korban longsor Gunung Kuda Cirebon.

Saat meninjau ke lokasi, Ono Surono mengaku sudah mengikuti perkembangan dan dinamika yang terjadi pada kawasan tambang batu alam Cirebon ini. Ia mengaku sudah mendengar langsung peringatan yang berulang kali disampaikan Pemprov Jawa Barat terkait metode pertambangan hingga perizinan.

"Saya sudah mendengar langsung bahwa Pemprov Jabar sudah beberapa kali memperingati untuk mengubah metode penambangan. Ini menjadi catatan juga untuk memang tidak hanya sekedar memberikan izin saja tapi metode harus benar-benar dibuat dengan prinsip lingkungan dan keselamatan kerja," kata Ono Surono, Sabtu (31/5/2025).

Ia mengapresiasi keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menutup permanen kegiatan tambang batu alam di Gunung Kuda hingga mengeluarkan edaran terkait moratorium izin tambang. Dari peristiwa tersebut, DPRD Jawa Barat menginginkan adanya evaluasi total seluruh tambang galian C yang ada di Jawa Barat.

Dalam evaluasi tersebut, katanya, harus ada kajian lingkungan hingga kajian keselamatan. Ia mendorong agar Pemprov Jabar tidak ragu menutup aktivitas tambang lain apabila tidak menjalankan rekomendasi sesuai dengan izin.

"Jangan ragu untuk menutup tambang-tambang apabila tidak menjalankan rekomendasi sesuai dengan izin," ujarnya.

Namun demikian, Ono mengingatkan Pemprov Jabar maupun Pemkab Cirebon agar memikirkan dampak dari penutupan permanen tambang batu alam di Gunung Kuda Cirebon ini. Menurutnya, salah satu dampak penutupan tambang batu alam adalah meningkatnya jumlah pengangguran di Jawa Barat.

Ia merekomendasikan Gubernur Jawa Barat, Bupati Cirebon untuk membuat treatmen kepada pekerja tambang usai penutupan permanen. Ono mengaku optimis masih ada peluang usaha lain yang bisa dimanfaatkan masyarakat eks pekerja tambang.

Penggalangan Dana

"Saya yakin masih ada peluang-peluang usaha bagi masyarakat untuk didorong sehingga tidak tercipta misalnya pengangguran yang baru. Nah nanti tentunya DPRD kita akan diskusikan ini juga dengan Gubernur, dengan dinas yang terkait,termasuk bagaimana juga teman-teman di Kabupaten Cerbon melakukan hal yang sama," ujarnya.

"Bukan hanya ditutup, tapi dampak sosial, ekonominya juga harus dipikirkan.Tapi yang paling penting keselamatan kan itu. Jangan biarkan rakyat kita juga hanya sebatas mengejar untuk memenuhi isu. Isi perut sehari-hari, tapi nyawa mereka menjadi parah-parah karena tidak adil juga bagi mereka," sambung Ono.

Pada kesempatan tersebut, Ono menyampaikan secara pribadi mendorong para legislator di Jawa Barat khususnya di PDI Perjuangan agar mengeluarkan uang pribadi mereka untuk memberi santunan kepada para korban longsor Gunung Kuda Cirebon.

"Kita sedang menggalang dana yang saat ini baru terkumpul Rp50 juta. Mudah-mudahan bisa mencapai Rp 100 juta yang nanti akan kita bagikan kepada para korban, baik yang meninggal dunia maupun yang luka-luka," sebut Ono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya