Thuram dan Pavard: Patriot Prancis yang Siap Jadi Mimpi Buruk untuk Tim Jagoan Negaranya Sendiri

Aroma nasionalisme bercampur profesionalisme bakal menyelimuti laga puncak Liga Champions musim 2024/2025 yang akan digelar di Allianz Arena, Munchen, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB nanti.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 31 Mei 2025, 10:25 WIB
Menjamu Feyenoord, Inter Milan tampil impresif. Laga baru berjalan delapan menit, I Nerazzurri sudah berhasil membuka keunggulan lewat aksi Marcus Thuram. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Aroma nasionalisme bercampur profesionalisme bakal menyelimuti laga puncak Liga Champions musim 2024/2025 yang akan digelar di Allianz Arena, Munchen, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB nanti.

Inter Milan akan berhadapan dengan PSG dalam partai yang bukan hanya pertarungan antar klub elite Eropa, tetapi juga panggung pribadi bagi dua pemain Prancis yang kini membela Nerazzurri: Marcus Thuram dan Benjamin Pavard.

Menariknya, Thuram dan Pavard bakal bertarung melawan tim yang mewakili tanah kelahiran mereka sendiri. PSG, raksasa Ligue 1 yang menjadi kebanggaan publik Prancis, akan berhadapan dengan dua putra bangsa yang justru bertekad menjegal mimpi klub negaranya sendiri untuk pertama kali merengkuh trofi 'Si Kuping Besar'.


Tidak Ada Sentimen Emosional

Di sisa waktu pertandingan, pada menit ke-90+2, gol Marcus Thuram menggandakan sekaligus mengunci kemenangan Inter Milan atas Como. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Meski di atas kertas duel ini sarat makna nasional, baik Thuram maupun Pavard diyakini tak akan terbebani oleh emosi kebangsaan. Keduanya memang tidak punya ikatan sejarah dengan PSG.

Thuram, misalnya, tumbuh dari akademi Sochaux dan sempat memperkuat Guingamp sebelum berkarier di Jerman bersama Borussia Mönchengladbach. Sedangkan Pavard adalah jebolan akademi Lille, rival PSG di kancah domestik, dan punya sejarah panjang bersama Stuttgart serta Bayern Munchen sebelum berlabuh di Inter.

Dengan latar belakang itu, keduanya bisa dibilang cukup netral secara emosional terhadap PSG. Namun bukan berarti mereka akan santai menghadapi laga final. Justru, inilah panggung pembuktian mereka.


Pavard Pulih, Siap Jadi Tembok Inter

Pada menit ke-61, Inter Milan berbalik unggul. Sundulan keras Benjamin Pavard gagal diantisipasi penjaga gawang Bayern Munchen, Jonas Urbig. (Isabella BONOTTO/AFP)

Inter mendapat kabar gembira jelang laga akbar ini. Benjamin Pavard yang sebelumnya diragukan tampil akibat cedera, kini telah dinyatakan fit. Laporan dari Sky Sport Italia menyebut, bek berusia 29 tahun itu telah menyelesaikan sesi latihan penuh tanpa kendala dan siap dimainkan sejak menit pertama.

Pavard sempat absen cukup lama musim ini karena cedera otot dan pergelangan kaki. Ketidakhadirannya terasa signifikan karena ia berperan sebagai sosok penyeimbang di lini belakang.

Kini, dengan kondisi fisik yang pulih, Pavard kembali membawa stabilitas serta ketenangan dalam menghadapi lini depan PSG yang dikenal cepat dan eksplosif.


Ambisi Thuram: Juara Demi Pamer ke Ayah

Penyerang Inter Milan, Marcus Thuram, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Parma dalam laga giornata 15 Serie A Liga Italia, Sabtu (7/12/2024) dini hari WIB. Inter Milan menang 3-1 dalam laga yang digelar di Giuseppe Meazza ini. (Piero CRUCIATTI / AFP)

Sementara Pavard siap menjaga lini belakang, Marcus Thuram punya misi pribadi di lini serang. Penyerang 26 tahun itu ingin mengukir sejarah keluarga dengan menjadi anggota pertama Thuram bersaudara yang mampu menjuarai Liga Champions.

Lanjut Baca:

Sang ayah, Lilian Thuram, merupakan legenda sepak bola Prancis, namun tak pernah mencicipi manisnya trofi Liga Champions meski sempat mencapai final bersama Juventus pada 2003. Marcus secara berseloroh mengaku ingin ‘pamer’ kepada ayahnya jika berhasil meraih gelar prestisius tersebut bersama Inter. “Bermain di final seperti mimpi masa kecil saya yang kini menjadi nyata,” ungkap Thuram dalam sesi wawancara. “Saya tumbuh dengan membayangkan momen ini di halaman rumah, dan kini saya menjalaninya.” Sejak bergabung dengan Inter musim panas lalu, Thuram menjadi bagian penting lini depan Nerazzurri. Kini, dia punya kesempatan emas menutup musim dengan sempurna.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya