Kelabu Jelang Indonesia Open 2025, Sejarah Terburuk Berpeluang Tercipta

Terhentinya langkah ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu pada perempat final Singapore Open 2025 menjadi keterpurukan baru bagi bulu tangkis Indonesia.

oleh Harley IkhsanDiperbarui 07 Juni 2025, 23:52 WIB
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tersingkir di perempat final Singapore Open 2025. Fajar/Rian kalah dari unggulan pertama asal Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen 3-21, 23-21, dan 22-24 di Singapore Indoor Stadium, Jumat (30/5). (foto: PBSI)

Liputan6.com, Jakarta - Terhentinya langkah ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu pada perempat final Singapore Open 2025 menjadi keterpurukan baru bagi bulu tangkis Indonesia.

Kandasnya mereka membuat wakil Merah Putih belum meraih gelar besar pada BWF World Tour 2025.

Kesuksesan hanya tercipta di level Super 300, ketika Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Thailand Masters) dan Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu (Taipei Open) menduduki podium tertinggi.

Catatan ini mengkhawatirkan menjelang gelaran Indonesia Open 2025 pada 3-8 Juni mendatang. Prospek paceklik gelar pun berpotensi tercipta.

Wakil tuan rumah urung merebut gelar ajang level Super 1000 itu pada tiga edisi terakhir. Durasi tersebut sudah menyamai paceklik terpanjang sepanjang sejarah turnamen yang dimulai tahun 1982, tepatnya pada 2009-2011 dan 2014-2016.


Tren Penurunan yang Tidak Berhenti

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berhasil menjuarai All England 2024 setelah mengalahkan rekan senegaranya, Anthony Sinisuka Ginting, 21-15 dan 21-14 pada laga final di Utilita Arena Birmingham, Minggu (17/03/2024) malam WIB. (dok. PBSI) 

Ketika BWF World Tour kembali bergulir normal setelah melewati pandemi Covid-19 pada 2022, jagoan tepok bulu Indonesia masih rutin membawa gelar tertinggi.

Catatan setahun berselang juga masih menggembirakan. Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti beberapa kali merebut titel minimal level Super 500.

Kiprah di 2024 juga masih menggembirakan. Jojo dan Fajar/Rian sukses membawa pulang kehormatan dari All England, meski rapor keseluruhan mulai menunjukkan penurunan.

 


Rapor Merah di 2025

(ilustrasi)

Selain gagal merebut gelar, wakil Indonesia juga urung mencapai final pada tiga turnamen terbaru di BWF World Tour 2025.

Kiprah terbaik dicatat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (Thailand Open) serta Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum (Malaysia Masters). Ketiganya mencapai semifinal dua kompetisi level Super 500 tersebut.

"Kami meminta maaf untuk seluruh pendukung dan masyarakat Indonesia untuk hasil yang belum sesuai harapan. Kami sudah berusaha tapi ini hasilnya," ujar Fajar usai kandas di Singapore Open 2025, melalui keterangan PBSI.

Infografis bulu tangkis. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya