Liputan6.com, Jakarta Presiden Prancis, Emmanuel Macron sempat mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, saat menyambangi Indonesia. Dirinya didampingi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, mengelilingi Candi Borobudur hingga ke stupa paling atas dan bertemu para Bhikkhu.
Presiden Macron memuji Candi Borobudur sebagai adikarya bukti besarnya peradaban Indonesia. Ia pun menyampaikan rasa hormat dan kekagumannya terhadap Candi Borobudur, dan menyebutnya sebagai bukti kekayaan budaya Indonesia.
Advertisement
Presiden Macron juga menyebut, Candi Borobudur sebagai tempat ibadah dan adikarya spiritual arsitektur menjadi bukti keunggulan Indonesia. Ia menilai keberadaan ribuan orang yang datang beribadah ke candi ini sebagai bentuk pesan universal tentang toleransi dan rasa hormat yang disampaikan oleh Indonesia.
“Terima kasih banyak, Bapak Presiden, menyambut kami di lokasi luar biasa Candi Borobudur ini, yang merupakan kesaksian dari betapa besarnya peradaban ini,” sebutnya.
Kunjungan kedua pemimpin negara ke Candi Borobudur terssbut menjadi sebuah tonggak sejarah yang menandai eratnya hubungan Indonesia dan Prancis. Kunjungan ini mempertegas komitmen kedua negara dalam merawat warisan budaya dunia serta menjalin kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang.
InJourney Bangga Jadi Bagian Sejarah
Direktur Utama InJourney, Maya Watono mengaku bangga menjadi bagian dari sejarah pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Emmanuel Macron.
“Hari ini menjadi momen yang spesial untuk menunjukkan keindahan Candi Borobudur kepada dunia dan untuk memperlihatkan transformasi besar terhadap pengelolaan kawasan Borobudur yang sudah dilakukan InJourney di Candi Borobudur untuk membuat destinasi pariwisata yang berbasis spiritual dan kultural yang inklusif untuk setiap orang,” ujarnya.
“Kita harus melihat visi yang lebih besar dari Indonesia, yakni bahwa keindahan Candi Borobudur bisa dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat,” imbuh Maya.
Maya menegaskan, InJourney berkomitmen untuk merawat Candi Borobudur yang sudah menjadi situs warisan budaya dunia.
"InJourney memastikan pengelolaan Candi Borobudur terus mengedepankan nilai-nilai spiritual dan kultural yang tidak mengancam dan berdampak langsung pada nilai universal luar biasa (outstanding universal value) Candi Borobudur sebagai mahakarya arsitektur Buddhis dan seni monumental," tegasnya.
Maya pun berterima kasih kepada semua pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat setempat yang turut menyukseskan kelancaran kunjungan kedua pemimpin negara kali ini.
"Meskipun kunjungan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, dampaknya sangat berarti, khususnya dalam upaya mempromosikan Borobudur ke mata dunia," ucapnya.
"Kehadiran beliau semakin memperkuat posisi Candi Borobudur sebagai simbol persahabatan dan nilai toleransi antarbangsa, sekaligus mencerminkan wajah bangsa Indonesia yang ramah dan terbuka,” jelas Maya.
(*)